8 Tips Aman Bepergian dengan Pengidap Demensia

Travel28 Dilihat

Setidaknya 45 persen dari 200 ribuan jemaah haji Indonesia tahun ini berusia di atas 60 tahun atau termasuk lanjut usia (lansia). Demensia menjadi kondisi kesehatan lansia yang paling disorot.

“Demensia ini merupakan fenomena jemaah haji Indonesia tahun ini karena tahun ini memang jumlah jemaah lansia lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kabid Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi M Imran, dikutip dari rilis Kemenkes, Senin (5/6).

Terlepas dari fenomena ini, membawa orang dengan demensia (ODD) bepergian jauh memang jadi tantangan sendiri bagi caregiver.

Lantas bagaimana tips aman bepergian dengan pengidap demensia? Berikut sejumlah tips dilansir dari laman Dementia dan Alzheimer’s Indonesia.

1. Fleksibel terhadap jadwal perjalanan

Pendamping ODD harus mempersiapkan diri untuk mengubah rencana atau jadwal perjalanan.

ODD mungkin akan lebih bingung, gelisah, dan menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya selama perjalanan. Hal ini bisa disebabkan karena perubahan lingkungan yang membuat ODD merasa tidak nyaman.

2. Sediakan banyak waktu

Pendamping ODD perlu untuk menyediakan banyak waktu untuk setiap rencana kegiatan.

Misalnya, meski hanya membutuhkan satu jam untuk pergi ke bandara dari rumah, alokasikan waktu lebih seperti 2 hingga 2 setengah jam untuk mengantisipasi ODD tiba-tiba enggan pergi atau ingin ke toilet.

3. Kemas obat

Perlu untuk mengemas obat yang diperlukan, daftar kontak darurat, dan fotokopi dokumen-dokumen penting.

4. Gunakan kursi roda di bandara

Pertimbangkan untuk menggunakan kursi roda untuk digunakan di bandara. Hal ini bisa membantu Anda sebagai pendamping ODD agar bisa bergerak dengan lebih cepat di bandara pada jam-jam sibuk.

5. Berkomunikasi

Pastikan ODD mendapat informasi yang baik tentang ke mana kalian akan pergi dan apa yang akan dilakukan tanpa membebani mereka dengan informasi yang rumit atau berlebih.

Informasi mungkin dapat disampaikan sejak beberapa hari sebelumnya, meski mungkin ODD akan lupa dan Anda perlu mengulang informasinya.

7. Lebih terbuka tentang kebutuhan

Cobalah untuk terbuka tentang kebutuhan ODD yang didampingi. Misalnya, dengan hotel atau staf maskapai penerbangan.

Jelaskan kesulitan atau keterbatasan yang dimiliki oleh ODD sehingga semua orang tahu apa yang diharapkan. Mencoba menyembunyikan masalah dapat membuat situasi lebih sulit.

8. Tempatkan kartu nama dalam kantong pakaian ODD

Di dalam dompet dan kantong pakaian ODD, tempatkan kartu dengan nama beserta kontak caregiver, alamat hotel, atau nama rumah sakit yang akan dikunjungi.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *