Gubernur Babel Hidayat Arsani Sambut Kajati Baru Riono Budisantoso

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 21:05:33 WIB
Gubernur Babel Hidayat Arsani menyambut resmi Kajati baru Riono Budisantoso di Bandara Depati Amir.

Pangkalpinang — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama istri, Noni Hidayat Arsani, memimpin langsung prosesi penerimaan resmi Kajati Babel yang baru. Riono Budisantoso tiba di Bumi Laskar Pelangi didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Babel, Wolse Riono Budisantoso.

Tradisi Destar dan Syal Sambut Pimpinan Adhyaksa

Sebagai bentuk penghormatan khas daerah, Gubernur Hidayat Arsani memasangkan destar dan mengalungkan syal kepada Riono Budisantoso sesaat setelah mendarat. Prosesi ini merupakan simbol penerimaan hangat masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pejabat negara yang akan bertugas di sana.

Penyambutan di gedung VIP Bandara Depati Amir ini juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Babel. Tampak hadir Penjabat Sekretaris Daerah Babel Fery Afriyanto, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, serta pejabat utama di lingkungan Kejati Babel.

Harapan Sinergisitas Penegakan Hukum di Bangka Belitung

Hidayat Arsani menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara eksekutif dan yudikatif. Kehadiran Kajati baru diharapkan mampu memperkuat pengawalan pembangunan daerah sekaligus memastikan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh warga Kepulauan Bangka Belitung.

“Selamat datang di Provinsi Kepulauan Babel, Pak Kajati. Semoga kita bisa saling bersinergi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Hidayat Arsani di sela-sela penyambutan.

Profil Singkat Kajati Babel Riono Budisantoso

Riono Budisantoso resmi memegang tongkat komando Kejati Babel setelah dilantik oleh Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, pada 29 April 2026 di Jakarta. Ia menggantikan posisi Sila Haholongan yang kini berpindah tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Penempatan Riono di Babel menjadi momentum strategis bagi penguatan institusi penegak hukum di daerah. Fokus utama ke depan mencakup dukungan terhadap stabilitas pembangunan serta menjaga iklim investasi daerah melalui pendampingan hukum yang akuntabel.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Back to top