Harga Emas Antam Kembali Turun Rp 15.000, Kini Rp 2,759 Juta per Gram

Penulis: Alfian Batubara  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:33:01 WIB
Harga emas Antam turun Rp 15.000 menjadi Rp 2,759 juta per gram pada perdagangan hari ini.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Penurunan harga emas Antam hari ini melanjutkan tren negatif yang sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas masih bertengger di level Rp 2.774.000 per gram. Kini, investor dan masyarakat yang hendak membeli logam mulia harus merogoh kocek lebih rendah.

Harga Buyback Ikut Terkoreksi

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga yang diterima ketika menjual kembali emas batangan ke Antam juga ikut turun. Per pukul 08.45 WIB, harga buyback ditetapkan di level Rp 2.495.000 per gram. Angka ini turun Rp 15.000 dari posisi sebelumnya yang berada di Rp 2.510.000 per gram.

Selisih antara harga jual dan harga buyback yang mencapai Rp 264.000 per gram ini merupakan biaya yang harus ditanggung investor jika ingin menjual emasnya dalam waktu dekat. Semakin lebar selisihnya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi emas fisik.

Daftar Harga Emas Antam Terbaru 4 Juni 2026

Berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai ukuran yang berlaku pagi ini:

  • Emas 0,5 gram: Rp 1.429.500
  • Emas 1 gram: Rp 2.759.000
  • Emas 5 gram: Rp 13.095.000
  • Emas 10 gram: Rp 26.135.000
  • Emas 25 gram: Rp 65.212.500
  • Emas 50 gram: Rp 130.345.000
  • Emas 100 gram: Rp 260.612.000
  • Emas 250 gram: Rp 651.265.000
  • Emas 500 gram: Rp 1.302.320.000
  • Emas 1000 gram: Rp 2.604.600.000

Pelemahan harga emas Antam ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang masih tertekan oleh penguatan dolar AS. Selain itu, sentimen dari kebijakan moneter bank sentral AS yang masih agresif juga turut mempengaruhi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Bagi masyarakat yang berencana membeli emas untuk investasi jangka panjang, kondisi saat ini bisa menjadi momentum untuk akumulasi di harga yang lebih rendah.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top