Pemkot Pangkalpinang Turun ke Kelurahan Ampui Usai Warga Resah Kandang Sapi, Hasil Pengecekan: Kosong dan Bersih

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 08 Juni 2026 | 11:32:01 WIB
Tim gabungan Pemkot Pangkalpinang melakukan inspeksi kandang sapi di Kelurahan Ampui pada 6 Juni 2026.

PANGKALPINANG — Keresahan warga Kelurahan Ampui soal kandang sapi di tengah pemukiman akhirnya berujung pada inspeksi mendadak oleh pemerintah kota. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Pangkalbalam, dan Lurah Ampui langsung turun ke lokasi pada Sabtu (6/6/2026) untuk memverifikasi laporan yang masuk tiga hari sebelumnya.

Pengaduan disampaikan warga melalui wartawan TribunBabelNews pada 3 Juni 2026. Mereka mengeluhkan kandang milik H. Badut dan H. Kurdi yang dinilai mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan.

Kondisi Kandang: Kosong, Tidak Ada Kotoran Ternak

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pangkalpinang, Juhaini, memimpin langsung pengecekan. Hasilnya, tidak ditemukan satupun sapi di dalam kandang. Area sekitar juga sudah bersih dari kotoran ternak.

“Hasil peninjauan, saat ini kandang dalam keadaan kosong. Tidak ditemukan hewan ternak sapi maupun kotorannya. Kondisi area juga sudah bersih,” ujar Juhaini dalam keterangannya.

Fungsi Sebenarnya Bukan Peternakan, Tapi Tempat Transit Iduladha

Dari klarifikasi dengan pemilik, fasilitas tersebut bukan digunakan untuk usaha penggemukan sapi secara permanen. Lokasi itu hanya berfungsi sebagai tempat penitipan sementara atau transit hewan menjelang Iduladha.

Meski kondisi kandang dinilai bersih, tim gabungan tidak tinggal diam. Sejumlah instruksi tegas diberikan kepada pemilik agar masalah serupa tidak terulang.

Empat Instruksi Tegas Pemkot ke Pemilik Kandang

  • Melakukan pembersihan area kandang setiap hari secara rutin
  • Membuat saluran pembuangan limbah yang standar dan higienis
  • Membatasi jumlah ternak saat masa transit
  • Mencari lokasi baru yang jauh dari permukiman padat penduduk

“Kami berharap dengan pembinaan ini, tempat transit tersebut tidak lagi menimbulkan keresahan bagi warga Kelurahan Ampui,” kata Juhaini.

Apresiasi untuk Warga dan Media yang Aktif Melapor

Pemkot Pangkalpinang juga mengapresiasi peran media dan masyarakat yang aktif menyampaikan pengaduan. Langkah cepat ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan lingkungan kota dari potensi pencemaran akibat aktivitas peternakan di area permukiman.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: liputanbabel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top