PANGKALPINANG — Sebanyak 168 pendata lapangan dan 24 petugas pemeriksa resmi ditugaskan untuk menyisir kondisi ekonomi riil masyarakat Pangkalpinang. Mereka adalah ujung tombak Sensus Ekonomi 2026 yang mengusung tema “Meningkatkan Ekonomi Indonesia, Mewujudkan Pangkalpinang Smart”.
Wali Kota Saparudin menyebut data yang dihasilkan bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi bagi setiap keputusan pembangunan. “Data yang akurat adalah pondasi utama penyusunan kebijakan. Jika datanya benar, maka program pembangunan yang disusun pun tepat sasaran dan benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memverifikasi data terpadu kesejahteraan sosial secara lebih rinci. Harapannya, kondisi ekonomi masyarakat dari lapisan terbawah hingga tertinggi bisa tergambar jelas dan tidak ada celah data yang terlewat.
Dalam acara pengukuhan yang dihadiri Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna dan unsur Forum Koordinasi Daerah, Saparudin membacakan deklarasi yang menekankan komitmen terhadap data berkualitas, integritas, dan kerahasiaan informasi. Ia memastikan setiap petugas bekerja dengan jujur, objektif, dan bertanggung jawab.
“Kami percaya seluruh petugas akan bekerja dengan jujur, objektif, dan bertanggung jawab. Kerahasiaan data responden harus dijaga sepenuhnya sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Saparudin.
Pengukuhan ditandai dengan penyematan atribut secara simbolis dan pemukulan gong oleh wali kota. Saparudin mengajak masyarakat untuk menyambut kehadiran para pendata dan memberikan informasi yang sebenarnya. Sensus Ekonomi yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini menjadi sumber data utama untuk mengukur pertumbuhan dan menentukan arah pembangunan Pangkalpinang ke depan.