Arm secara resmi mengonfirmasi bahwa teknologi neural super sampling dan frame rate upscaling akan hadir di perangkat Android akhir tahun ini. Fitur ini, yang dinamakan Neural Super Sampling and Denoising (NSSD) dan Neural Frame Rate Upscaling (NFRU), bekerja mirip dengan DLSS milik Nvidia — meningkatkan resolusi dan jumlah bingkai secara real-time menggunakan kecerdasan buatan.
Untuk membuktikan kemampuannya, studio Sumo Digital menyiapkan game demo pendek berjudul Neural Dawn. Game ini akan dirilis pada kuartal keempat tahun ini, tetapi hanya bisa dimainkan di perangkat yang menggunakan GPU penerus Mali G1 buatan Arm.
Neural Dawn akan menjadi game mobile pertama yang mendukung fitur MegaLights dari Unreal Engine 5. Teknologi ini memungkinkan sebuah game menampilkan puluhan sumber cahaya dinamis secara bersamaan tanpa menghabiskan seluruh daya komputasi.
Sebelumnya, MegaLights hanya ditemukan di game konsol dan PC kelas atas, seperti Gears of War: E-Day garapan Microsoft. Kehadirannya di ponsel menandai lompatan besar bagi kemampuan rendering grafis mobile.
Sumo Digital mengungkapkan kepada Digital Foundry bahwa Neural Dawn mampu menampilkan banyak sumber cahaya hasil ray tracing pada kecepatan sekitar 30 frame per detik. Menariknya, implementasi MegaLights sendiri menghabiskan hampir setengah dari total anggaran rendering game — jumlah yang sama dengan metode tradisional.
Artinya, teknologi neural upscaling dan frame generation dari Arm menjadi kunci agar game tetap berjalan mulus. Tanpa NSSD dan NFRU, beban ray tracing dan MegaLights kemungkinan besar akan membuat ponsel kesulitan mempertahankan framerate yang stabil.
Arm mengakui bahwa NSSD dan NFRU masih dalam tahap optimasi. Dampak performa akhir dari kedua teknologi ini belum bisa dipastikan hingga game demo dirilis secara resmi.
Informasi lain yang masih menunggu adalah tanggal rilis pasti Neural Dawn serta daftar perangkat yang akan mendukung GPU Mali G1 generasi baru. Arm memperkenalkan Mali G1 sebagai bagian dari platform Lumex pada akhir tahun lalu, dengan peningkatan signifikan pada performa ray tracing dibandingkan pendahulunya.
Jika berhasil, kombinasi neural upscaling, frame generation, dan MegaLights bisa menjadi standar baru untuk game Android kelas atas — menyamai kemampuan yang selama ini hanya dinikmati pengguna PC dan konsol.