KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kabar kurang sedap datang dari sprinter kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Zohri. Atlet asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu dikabarkan mengalami cedera ACL yang serius dan telah menjalani operasi. Usai tindakan medis, Zohri tampak ditandu menggunakan alat bantu, mengonfirmasi kondisi cederanya yang tidak ringan.
Wakil Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB, H. Muhdar, menyatakan keprihatinannya. Ia berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB memberikan perhatian khusus selama masa pemulihan Zohri. “Iya, memang sedang cedera. Makanya kami berharap agar KONI NTB bisa memberikan perhatian,” ujar Muhdar, Kamis (11/6).
PASI NTB memilih sikap realistis dengan mengutamakan kesehatan atlet. Menurut Muhdar, pemulihan total Zohri menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar target prestasi jangka pendek. “Yang penting atlet kebanggaan kita sehat dulu. Soal prestasi bisa dikejar belakangan,” tambahnya.
Cedera ACL yang diderita Zohri menjadi ancaman serius bagi partisipasinya di Asian Games 2026. Proses recovery pascaoperasi bisa memakan waktu lama, bahkan lebih dari setahun. Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi NTB, mengingat Zohri adalah tulang punggung di nomor sprint.
Zohri namanya melejit di kancah internasional setelah meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 di Finlandia, nomor lari 100 meter. Prestasi gemilang lainnya termasuk medali perak Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, serta torehan medali di Asian Games dan SEA Games.
Di level nasional, Zohri tampil dominan dengan medali emas PON Papua 2021 dan dua medali emas PON Aceh-Sumut 2024 di nomor 100 meter dan 200 meter. Meski cedera menghadang, harapan untuk melihatnya kembali ke lintasan tetap terbuka seiring proses pemulihan yang optimal.