Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Bantuan untuk Palestina

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Senin, 15 Juni 2026 | 22:24:01 WIB
Presiden Prabowo menerima telepon dari Presiden Mahmoud Abbas membahas perkembangan terkini Palestina.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pembicaraan langsung antara kedua kepala negara itu dikonfirmasi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun media sosial Setkab. "Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan perkembangan terkini di Palestina serta menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan nyata Indonesia kepada rakyat Palestina," ujar Teddy.

Bantuan Konkret yang Sudah Dikirim ke Palestina

Sejak masih menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo telah menginisiasi sejumlah bantuan nyata. Bentuknya mencakup pengiriman logistik melalui jalur udara dan laut, pengiriman kapal rumah sakit beserta tenaga kesehatan, hingga program pendidikan bagi 100 anak Palestina di Universitas Pertahanan.

Dalam forum internasional, Indonesia juga konsisten menyuarakan posisi tegas terhadap pendudukan Israel. Abbas menilai suara dan kepemimpinan Indonesia di bawah Prabowo mendapat perhatian luas di berbagai forum global.

Harapan Baru dari Ramallah

Dalam sambungan telepon tersebut, Abbas menyampaikan harapan agar Indonesia terus memainkan peran aktif mendukung perjuangan rakyat Palestina. "Menurut Presiden Abbas, suara dan kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo memiliki arti penting dan mendapat perhatian luas dalam berbagai forum internasional," kata Teddy menirukan pernyataan Abbas.

Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina serta mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan bermartabat. Pernyataan itu disampaikan langsung dalam percakapan, tanpa perantara.

Diplomasi di Tengah Konflik yang Belum Reda

Telepon dari Abbas ini menjadi sinyal bahwa Palestina masih mengandalkan peran Indonesia sebagai salah satu negara berpengaruh di kawasan. Dukungan logistik dan kesehatan yang telah dikirim sebelumnya dinilai sebagai bentuk solidaritas yang tidak sekadar retorika.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri mengenai tindak lanjut diplomatik setelah percakapan tersebut. Namun, komunikasi langsung antara dua presiden kerap menjadi pijakan untuk langkah-langkah konkret berikutnya di tingkat multilateral.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top