KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — SpaceX resmi mencatatkan sahamnya di bursa pada Jumat pekan lalu dengan valuasi perdana sekitar USD 1,7 triliun (Rp 28.050 triliun). IPO historis ini hanya melepas 4% dari total lembar saham ke publik, atau setara 555 juta saham. Langkah ini, menurut analis, membuat pergerakan harga saham SpaceX sangat rentan terhadap fluktuasi liar — dan terbukti terjadi hanya dalam empat hari perdagangan.
Pada Senin (14/4) — hari perdagangan penuh pertama — saham SpaceX sudah naik 20%. Kenaikan berlanjut pada Selasa setelah kabar akuisisi Cursor dan dimulainya perdagangan opsi. Volume transaksi mencapai lebih dari 300 juta saham dalam sehari, melebihi setengah dari total saham yang beredar pasca-IPO.
Valuasi sempat menyentuh USD 2,9 triliun, membuat SpaceX untuk sela menjadi perusahaan paling berharga kelima di dunia. Namun, aksi ambil untung investor memangkas valuasi kembali ke kisaran USD 2,6 triliun (Rp 42.900 triliun) menjelang penutupan pasar. Di sesi after-hours, valuasi sempat melampaui Amazon lagi sebelum akhirnya turun kembali.
SpaceX mengakuisisi Cursor — perusahaan pengembang AI untuk coding — dengan nilai transaksi USD 60 miliar dalam bentuk saham perusahaan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Musk serius membangun kembali divisi AI SpaceX yang sebelumnya ia akui “tidak dibangun dengan benar dari awal.”
Cursor sebelumnya sudah menjalin kerja sama dengan SpaceX pada April lalu, saat Musk menyatakan perusahaannya sedang membangun ulang AI dari fondasi. Pendapatan dari Cursor akan mulai masuk ke laporan keuangan SpaceX setelah transaksi rampung pada kuartal ketiga tahun ini.
SpaceX mencatatkan rugi USD 4,9 miliar dari pendapatan USD 18,7 miliar pada tahun fiskal terakhir. Sebagai perbandingan, Amazon membukukan laba USD 78 miliar dari penjualan USD 717 miliar di periode yang sama.
Untuk menambal pendapatan, SpaceX baru saja mengamankan dua kontrak komputasi non-binding dengan Anthropic dan Google. Meski belum mengikat secara hukum, investor tampaknya tidak ambil pusing. IPO SpaceX sendiri berhasil menggalang dana segar hampir USD 86 miliar — sebagian besar berdasarkan janji bahwa perusahaan bisa membangun bisnis AI senilai triliunan dolar.
Dengan hanya 4% saham yang diperdagangkan secara publik, pergerakan harga SpaceX diperkirakan akan tetap liar dalam waktu dekat. Bagi investor ritel di Indonesia yang tertarik mencicipi saham SpaceX, skema pembelian melalui broker internasional yang mendukung IPO perusahaan teknologi AS bisa menjadi opsi. Namun, fluktuasi harga yang ekstrem membuat saham ini lebih cocok untuk investor dengan toleransi risiko tinggi, bukan untuk pemula yang baru mengenal pasar modal.