PANGKALPINANG — Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di Pangkalpinang tahun ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah kota memanfaatkannya untuk mengumumkan dua program baru yang menyasar langsung kebutuhan dasar para lansia: ruang pelayanan geriatri di RSUD Depati Hamzah yang sudah beroperasi, dan layanan home care yang akan segera diluncurkan.
Layanan home care dirancang khusus bagi lansia yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena keterbatasan fisik atau jarak. Tenaga kesehatan akan mendatangi rumah-rumah warga lanjut usia secara terjadwal. Selain itu, pemkot juga menyiapkan santunan dan bantuan tambahan untuk menunjang kualitas hidup mereka.
“Mencatat karunia Sang Pencipta takkan pernah terbilang, namun salah satu nikmat paling nyata adalah panjang umur,” ujar Agustu Efendi saat membacakan sambutan mewakili Wali Kota Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, yang sedang memimpin evaluasi kinerja seluruh OPD, camat, dan lurah se-Pangkalpinang.
Dalam pidatonya, Agustu mengingatkan bahwa penurunan fisik—penglihatan kabur, kekuatan berkurang—bukan alasan untuk berhenti berkarya. Ia mencontohkan lansia di Jepang, Tiongkok, dan Singapura yang tetap aktif dan produktif. “Kematian tak mengenal usia,” tegasnya.
Ia mendorong para lansia untuk terus bersosialisasi, berolahraga, bersenam, hingga aktif di media sosial. Semakin banyak kegiatan positif, menurutnya, semakin terjaga kesehatan fisik dan mental. “Peringatan ini diharapkan memperkuat silaturahmi antarwarga serta menanamkan pemahaman bahwa usia lanjut bukanlah pembatas untuk terus berbuat dan bermanfaat,” tutup Agustu.
Acara yang mengusung tema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh” ini menjadi momentum bagi pemkot untuk menegaskan komitmennya terhadap kelompok usia 60 tahun ke atas. Dengan jumlah lansia yang terus bertambah, kebijakan yang berpihak pada mereka dinilai menjadi investasi sosial jangka panjang.