PANGKALPINANG — Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Pangkalpinang masih bertahan di angka Rp29.000 per kilogram, meskipun permintaan melonjak. Kondisi ini tidak lepas dari keputusan para distributor untuk menambah pasokan secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
"Kami berharap penambahan pasokan ini dapat menjaga stabilitas harga telur ayam ras eceran di daerah ini," kata Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, Sabtu (19/4).
Sebelum penambahan, stok telur ayam ras di tujuh gudang distributor hanya sekitar 30 ton. Dengan tambahan 40,9 ton, total stok yang tersedia kini mencapai 70,9 ton. Subekti menyebutkan jumlah itu dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi tersebut.
Distributor hanya mengandalkan pasokan dari peternak luar daerah karena produksi peternak lokal masih terbatas. Konsumsi telur ayam ras di Bangka Belitung tergolong tinggi karena harganya yang murah dan terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat sebagai lauk pauk harian.
Situasi berbeda terjadi pada telur ayam kampung. Harga komoditas ini masih bertahan di level Rp83.000 per kilogram, jauh lebih mahal dibandingkan telur ayam ras. Menurut Subekti, tingginya harga tersebut dipicu oleh terbatasnya pasokan yang hanya mengandalkan peternak lokal.
"Harga telur ayam ras masih bertahan normal, sementara telur ayam kampung tinggi karena pasokan telur ayam kampung ini hanya mengandalkan dari petani lokal sehingga stoknya terbatas," ujarnya.
Penambahan pasokan ini merupakan bagian dari upaya Disperindag bersama distributor untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar atau saat permintaan meningkat. Pemerintah provinsi terus memantau pergerakan harga dan stok bahan pokok secara berkala.
Dengan total stok yang mencapai 70,9 ton, warga Bangka Belitung diimbau tidak perlu khawatir akan kelangkaan telur ayam ras dalam waktu dekat. Pemerintah memastikan pasokan masih aman dan harga tetap terkendali di tingkat eceran.