Begini Cara Kerja SLIK OJK dan Dampaknya ke Skor Kredit

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 17:57:31 WIB

Lembaga keuangan biasanya mengecek dulu riwayat kredit calon peminjam sebelum menyetujui pengajuan kredit apa pun, termasuk KPR, kredit kendaraan, hingga paylater. Riwayat ini tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Banyak orang masih mengenal istilah ini dengan sebutan lama, "BI Checking". Sejak 1 Januari 2018, sistem BI Checking sudah tidak lagi digunakan dan sepenuhnya digantikan oleh SLIK yang dikelola OJK. Meski namanya berganti, fungsinya tetap sama: mencatat riwayat pembayaran kredit seseorang, termasuk transaksi paylater yang kini makin banyak digunakan.

Memahami cara kerja SLIK penting supaya kita bisa menjaga riwayat kredit tetap sehat, terutama di era paylater yang transaksinya kini juga ikut tercatat dalam sistem ini.

Apa Itu SLIK OJK

SLIK adalah catatan atas informasi terkait riwayat debitur di bank maupun lembaga keuangan lainnya, khususnya soal lancar atau tidaknya pembayaran atas pinjaman atau kredit yang dimiliki. Setiap kali seseorang mengajukan kredit ke bank, leasing, atau perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK, riwayat pembayarannya akan tercatat dan bisa diakses oleh lembaga keuangan lain saat melakukan pengecekan.

Sistem ini dirancang untuk membantu pemberi kredit menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pelengkap atau bahkan pengganti agunan. Di sisi lain, bagi debitur sendiri, SLIK juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui data kredit pribadi, mulai dari plafon kredit, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran, hingga denda atau penalti yang pernah dikenakan.

Kategori Skor Kredit di SLIK

SLIK mengelompokkan riwayat kredit ke dalam lima kategori skor. Skor 1 berarti lancar, di mana debitur selalu membayar bunga dan pokok tepat waktu tanpa tunggakan. Skor 2 adalah dalam perhatian khusus, dengan tunggakan kredit antara 1-90 hari.

Skor 3 dikategorikan kurang lancar dengan tunggakan 91-120 hari, skor 4 diragukan dengan tunggakan 121-180 hari, dan skor 5 adalah macet, yaitu tunggakan lebih dari 180 hari. Semakin tinggi angka skornya, semakin buruk catatan kreditnya di mata lembaga keuangan.

Dampak ke Pengajuan Paylater dan Kredit Lain

Skor SLIK yang buruk bisa berdampak langsung ke pengajuan kredit di masa depan. Jika skor SLIK seseorang berada di angka 5, kemungkinan besar akan sulit mendapatkan pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan lainnya. Sebaliknya, skor SLIK 1 membuat proses pengajuan kredit jadi lebih mudah disetujui.

Yang perlu jadi perhatian, transaksi paylater dari sejumlah penyedia yang sudah terdaftar di OJK kini juga ikut tercatat dalam SLIK. Artinya, keterlambatan bayar cicilan paylater bukan cuma berdampak ke denda dan bunga, tapi juga bisa mencoreng riwayat kredit yang akan dicek saat mengajukan KPR, kredit kendaraan, atau kartu kredit di kemudian hari.

Menjaga Riwayat Kredit Tetap Sehat

Cara paling sederhana menjaga skor SLIK tetap baik adalah selalu membayar cicilan tepat waktu, baik itu kredit bank maupun paylater. Hindari mengajukan banyak pinjaman atau paylater secara bersamaan tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar, karena hal ini juga bisa memengaruhi penilaian lembaga keuangan terhadap profil risiko seseorang.

Bagi yang ingin mengecek skor SLIK-nya sendiri, permohonan informasi debitur bisa diajukan langsung lewat layanan resmi OJK. Mengecek secara berkala membantu memastikan tidak ada kesalahan data atau tunggakan yang belum diketahui sebelumnya.

  • Bayar cicilan kredit dan paylater tepat waktu untuk menjaga skor SLIK tetap di kategori lancar.
  • Hindari mengajukan banyak pinjaman/paylater sekaligus tanpa perhitungan matang.
  • Cek skor SLIK secara berkala lewat layanan resmi OJK untuk memastikan datanya akurat.
  • Segera lunasi tunggakan yang ada sebelum mengajukan kredit baru.
  • Pahami bahwa transaksi paylater resmi juga ikut memengaruhi riwayat kredit di SLIK.

Riwayat kredit yang sehat jadi modal penting untuk kemudahan finansial di masa depan, baik itu untuk mengajukan KPR, kredit kendaraan, maupun layanan paylater. Menjaga kedisiplinan bayar cicilan sejak sekarang adalah investasi jangka panjang untuk skor SLIK yang baik. Baca artikel finansial lainnya di suarababel.com.

Reporter: Jonatan Nasution
Back to top