BANGKA BELITUNG — Kinerja positif ini didorong oleh lonjakan tajam pada segmen perdagangan luar negeri yang tumbuh hingga 23 persen. Volume ekspor-impor tercatat mencapai 803.611 ton, sementara arus barang domestik masih mendominasi dengan total 1.890.790 ton atau naik 9 persen secara tahunan.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Emas, S. Joko, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan buah dari sinergi yang terjalin erat dengan para pengguna jasa. Peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi layanan kepelabuhanan menjadi kunci utama di tengah dinamika logistik nasional.
Pertumbuhan sebesar 13 persen tersebut tidak lepas dari peran dua sektor utama. Arus barang untuk perdagangan dalam negeri menyumbang porsi terbesar dengan realisasi 1.890.790 ton. Sementara itu, arus barang perdagangan luar negeri menunjukkan akselerasi lebih cepat dengan pertumbuhan 23 persen menjadi 803.611 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka ini mencerminkan menguatnya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, yang menjadi salah satu simpul logistik penting bagi kawasan Indonesia bagian tengah.
"Realisasi total arus barang nonpetikemas untuk perdagangan dalam negeri (domestik) pada Semester I Tahun 2026 mencapai 1.890.790 ton atau meningkat sebesar 9% dibandingkan Semester I Tahun 2025. Sementara itu, arus barang perdagangan luar negeri mencapai 803.611 ton atau meningkat sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," jelas S. Joko.
Pihaknya memastikan bahwa tren positif ini akan terus dijaga melalui berbagai inovasi layanan. Fokus utama tetap pada percepatan waktu sandar kapal dan produktivitas bongkar muat agar daya saing pelabuhan semakin kuat.
Dengan capaian ini, Pelindo Multi Terminal optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026. Dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan selanjutnya.