TANJUNGPANDAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung mencatat lonjakan signifikan kasus kebakaran lahan dalam dua bulan terakhir. Kondisi cuaca panas terik yang disertai angin kencang membuat lahan kering di wilayah itu sangat rentan terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, mengatakan potensi kebakaran masih cukup tinggi selama musim kemarau. Pihaknya pun meminta peran aktif warga untuk menjaga lingkungan dan tidak memicu timbulnya titik api.
"Kami minta kerja sama dari seluruh masyarakat untuk saling menjaga dan tidak memicu timbulnya titik api. Mencegah karhutla merupakan tanggungjawab bersama, maka mari kita jaga bersama-sama lingkungan dari ancaman bahaya karhutla," ujarnya di Tanjungpandan, Selasa.
Data BPBD Belitung menunjukkan tren peningkatan drastis pada Juli lalu. Tercatat 51 kasus karhutla terjadi dengan luas lahan terbakar mencapai 81,94 hektare.
Memasuki Agustus, intensitas kebakaran belum mereda. Hanya dalam sembilan hari pertama, sudah ada 46 lokasi kebakaran dengan area terdampak seluas 60,42 hektare.
Akumulasi kebakaran sejak awal tahun hingga 9 Agustus 2026 mencapai 212,90 hektare yang berasal dari 179 titik api. Berikut rincian kasus per bulannya:
Zainal menjelaskan, peningkatan kasus seiring dengan kondisi cuaca yang ekstrem. Panas terik dan hembusan angin kencang membuat lahan kering cepat terbakar dan api mudah merambat.
"Terutama pada bulan Juli dan awal Agustus ini. Cuaca panas terik disertai angin kencang membuat kondisi lahan kering sangat rentan dan cepat terbakar," katanya.
Menghadapi situasi ini, BPBD Belitung telah menyiagakan seluruh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan armada pemadam kebakaran. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penanganan jika muncul titik api baru.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan diminta lebih waspada. BPBD mengimbau agar warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membakar sampah tanpa pengawasan.