KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bagi traveler yang gemar berburu oleh-oleh khas daerah, Kabupaten Gunung Mas layak masuk daftar. Wilayah yang berjarak sekitar 130 kilometer dari Kota Palangka Raya ini tidak hanya menawarkan alam, tetapi juga denyut ekonomi kreatif dari tangan-tangan terampil pengrajin lokal. Produk kerajinan mereka dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sektor usaha yang menopang kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Gunung Mas, Rusmila, menyampaikan bahwa pengrajin lokal membutuhkan dukungan nyata agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, produk kerajinan yang dihasilkan harus memiliki daya saing sehingga mampu memotivasi pelaku usaha untuk terus maju.
“Perlu adanya pengembangan dari Dekranasda bagi para pelaku usaha di daerah ini, sehingga mereka mampu mengikuti perkembangan zaman yang serba canggih dan memiliki daya saing yang dapat memotivasi mereka untuk terus maju,” kata Rusmila, Rabu (19/8/2026).
Dorongan ini muncul bukan tanpa alasan. Di tengah gempuran produk massal, kerajinan tangan khas Gunung Mas membutuhkan strategi khusus agar tetap relevan. Dukungan yang diharapkan tidak hanya sebatas promosi, melainkan juga fasilitas, pelatihan, dan pendampingan secara berkelanjutan.
Rusmila menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pengrajin melalui pelatihan dan pembinaan harus terus digencarkan. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, para pelaku usaha dapat terdorong untuk terus berkarya dan menjawab tantangan di dunia usaha.
“Pelatihan dan pembinaan bagi para pengrajin perlu terus ditingkatkan. Dengan begitu, para pelaku usaha dapat terdorong untuk terus berkarya dan mampu menjawab tantangan di dunia usaha,” ujarnya.
Apresiasi pun disampaikan Rusmila terhadap berbagai program yang memberikan edukasi bagi pelaku usaha di Gunung Mas. Kegiatan semacam itu dinilai menjadi ruang efektif bagi pengrajin untuk menambah wawasan sekaligus meningkatkan kualitas produk.
“Jika ada pelatihan, saya sangat mengapresiasi langkah tersebut karena dapat meningkatkan pengetahuan para pengrajin dalam menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Harapan besar disematkan pada para pengrajin Gunung Mas. Mereka tidak hanya dituntut mampu mempertahankan produk kerajinan khas daerah, tetapi juga mengembangkan inovasi agar produknya bisa dipasarkan lebih luas.
“Harapannya, produk-produk yang dihasilkan semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” tandasnya.
Bagi wisatawan, perkembangan ini menjadi kabar baik. Semakin profesionalnya para pengrajin, semakin berkualitas pula cinderamata yang bisa dibawa pulang. Mulai dari anyaman rotan, ukiran kayu, hingga aksesori khas Dayak, semuanya memiliki cerita dan nilai budaya yang tinggi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihan atau pameran kerajinan di Gunung Mas, wisatawan dapat menghubungi Dinas Pariwisata atau Dekranasda setempat. Rencanakan kunjungan Anda untuk menyaksikan langsung proses kreatif yang berpadu dengan semangat kemajuan ini.