Honor Robot Phone vs Insta360 Luna Ultra: Seberapa Jauh Gimbal di Dalam HP Flagship Menyamai Kamera Khusus?

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:25:31 WIB
Robot Phone dan Insta360 Luna Ultra diuji berdampingan di Shenzhen Bay untuk membandingkan kualitas gimbal fisik pada ponsel flagship dan kamera khusus.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Honor Robot Phone resmi dijual di China mulai 20 Agustus dengan banderol RMB 9.999 (sekitar Rp 21 juta), menempatkannya di kelas harga yang sama dengan iPhone 17 Pro Max. Kami membandingkannya langsung dengan Insta360 Luna Ultra untuk menjawab satu pertanyaan: apakah ponsel dengan lengan gimbal fisik ini membuat kamera saku khusus menjadi tidak relevan?

Pengujian berlangsung di kawasan Shenzhen Bay, dengan skenario merekam orang berjalan di area ramai dan pengambilan video vertikal. Hasilnya, pengalaman memotret kedua perangkat terasa jauh lebih mirip dari perkiraan awal.

Pengalaman Memotret: Gimbal Bawaan yang Mendekati Kamera Khusus

Inti Honor Robot Phone adalah kamera 200MP f/1.6 yang dipasang pada lengan fisik bergerak, mampu menstabilkan footage dan melacak subjek. Form-factor kedua perangkat memang berbeda—Luna Ultra dirancang khusus sebagai kamera genggam sehingga lebih nyaman dipegang untuk durasi lama—tetapi ide dasarnya identik.

Perbedaan kecil mulai terasa saat memulai perekaman. Luna Ultra bisa langsung dipakai hampir seketika, sementara Robot Phone butuh satu atau dua detik ekstra untuk masuk ke mode gimbal camera. Ini bukan masalah besar, tapi cukup terasa bagi kamu yang suka membidik momen spontan.

Keterbatasan Bersama: Video Vertikal dan Zoom

Menariknya, kedua perangkat berbagi kelemahan yang sama. Saat beralih ke mode potret, keduanya tidak memutar sensor utama secara fisik. Akibatnya, video vertikal dipotong dari sensor horizontal sehingga resolusi maksimalnya hanya sekitar 2.8K, bukan 4K native. Ini catatan penting jika kamu membuat konten untuk TikTok atau Reels.

Soal zoom, Luna Ultra punya hardware zoom khusus. Honor tidak, tapi sensor 200MP memberikan ruang crop yang cukup lebar—hingga sekitar 4x zoom—jadi kamu tidak sepenuhnya kehilangan fitur ini.

Pelacakan Subjek dan Stabilisasi: Lebih Dekat dari Dugaan

Fitur subject tracking menjadi ujian menarik. Ekspektasi awal, Luna Ultra akan menang telak karena memang dirancang untuk itu. Kenyataannya tidak. Saat melacak orang yang berjalan di area ramai, Robot Phone mampu menjaga subjek tetap dalam frame dengan baik, setara dengan Luna Ultra. Perbedaan baru terasa ketika subjek bergerak cepat ke arah tepi frame—di situ Luna Ultra sedikit lebih responsif.

Robot Phone juga punya mode Super Steady yang menambah stabilisasi digital di atas gimbal fisik—fitur yang tidak dimiliki Luna Ultra. Tapi jujur, hasil footage dari kedua perangkat sudah sangat stabil tanpa fitur tambahan ini.

Keunggulan Software: ARRI Color Science

Satu keunggulan software yang dimiliki Robot Phone adalah kemitraan dengan ARRI. Jika kamu serius dengan pembuatan film atau konten, kamu bisa memakai color science sinematik ARRI saat merekam video—sesuatu yang tidak tersedia di Luna Ultra.

Verdict: Tetap Pilih Gimbal Khusus, Tapi Honor Sudah Sangat Dekat

Kalau harus mengeluarkan uang sendiri, kami tetap memilih Insta360 Luna Ultra. Alasannya sederhana: lebih cepat dioperasikan, lebih nyaman untuk sesi merekam panjang, punya zoom hardware, dan pelacakan subjek sedikit lebih baik. Plus, Luna Ultra bisa dibeli di AS, sementara Robot Phone masih terbatas di China.

Tapi ada konteks yang tidak bisa diabaikan. Robot Phone bukan sekadar kamera gimbal—ia adalah ponsel flagship lengkap dengan baterai 7.060mAh, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, penyimpanan 512GB, dan layar kelas atas. Untuk harga yang sama, kamu mendapat gimbal hardware di dalam perangkat yang juga bisa dipakai untuk kebutuhan harian lainnya.

Kami masuk ke perbandingan ini dengan ekspektasi Luna Ultra akan menang telak. Ternyata tidak. Gimbal khusus masih lebih baik, tapi selisihnya tidak selebar yang dibayangkan—dan untuk sebagian orang, mungkin sudah tidak perlu lagi membawa dua perangkat terpisah.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Ketersediaan: Robot Phone saat ini hanya dijual resmi di China. Belum ada kepastian kapan (atau apakah) akan masuk pasar global, termasuk Indonesia.
  • Video vertikal terbatas di 2.8K—kalau konten utamamu portrait, ini bisa jadi dealbreaker.
  • Harga Rp 21 juta terbilang premium—pastikan kamu benar-benar membutuhkan fungsi gimbal sebelum memilih ini dibandingkan flagship lain di kelas yang sama.
  • Ergonomi merekam lama masih kalah nyaman dibandingkan gimbal khusus yang bentuknya memang dirancang sebagai kamera.
Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top