KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Prabowo mendarat di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, dan langsung disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan prioritas pemerintah dalam menangani bencana asap yang mengganggu aktivitas warga di empat provinsi.
Instruksi Presiden telah diterjemahkan ke dalam pembagian tugas spesifik di lapangan. Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan mengawal operasi di Kalimantan Barat, sementara Kalimantan Tengah dipegang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bersama Wakapolri.
Untuk Kalimantan Selatan, tanggung jawab berada di tangan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Asisten Utama Operasi (Astamaops) Polri. Adapun Kalimantan Timur dikendalikan Wakil Panglima TNI serta Komandan Korps Brimob Polri.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari arahan cepat yang ditegaskan Prabowo sebelum meninggalkan Jakarta. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden memang berniat memastikan sendiri proses pemadaman berjalan efektif di tengah kondisi kebakaran yang masih terjadi.
"Presiden Prabowo langsung terbang menuju Kalimantan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan," kata Teddy dalam keterangannya.
Sejak awal pekan, Prabowo telah memerintahkan jajaran TNI-Polri mempercepat operasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Mobilisasi personel dan peralatan menjadi fokus utama agar titik api bisa segera dipadamkan sebelum meluas ke lahan gambut yang sulit ditangani.
Penugasan pejabat tinggi di empat provinsi menandakan pendekatan militeristik dalam penanganan bencana tahun ini. Dengan komando berada di tingkat panglima dan kepala kepolisian daerah, koordinasi antarinstansi diharapkan berjalan lebih cepat tanpa birokrasi berbelit.
Selain memadamkan api, aparat gabungan juga bertugas melakukan patroli terpadu untuk mencegah munculnya titik api baru. Langkah preventif ini dinilai krusial mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.
Masyarakat di wilayah terdampak berharap kehadiran langsung Presiden mampu mempercepat pemulihan kualitas udara yang telah memicu gangguan kesehatan dan aktivitas sekolah. Operasi darurat ini menjadi ujian nyata bagi koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam merespons bencana musiman.