Harga Listrik dan BBM Naik, EV plus Solar Jadi Pelindung Konsumen

Penulis: Alfian Batubara  •  Minggu, 13 September 2026 | 12:36:32 WIB
Harga listrik di kota-kota Amerika Serikat naik lebih dari 50 persen sejak 2020.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pipa East-West, yang juga dikenal sebagai Petroline, adalah jalur yang dipakai Arab Saudi mengalirkan minyak mentah ke Laut Merah untuk melewati Selat Hormuz. Dengan Hormuz yang sudah tersumbat dan Houthi menekan pelayaran Laut Merah, jalur bypass itu jadi salah satu peredam guncangan terakhir di pasar minyak. Kini peredam itu ikut hilang.

Seorang analis menyebutnya lugas: buffer yang menopang pasar selama enam bulan terakhir "pada dasarnya sudah terkikis habis."

Harga Listrik AS Naik Lebih dari 50 Persen Sejak 2020

Rata-rata harga listrik di kota-kota AS kini menyentuh sekitar USD 0,20 per kilowatt-hour. Pada 2020 angkanya masih sekitar USD 0,13. Kenaikan itu bukan lonjakan sesaat.

Administration Information Energy (EIA) memperkirakan harga listrik grosir terus naik, 23 persen sepanjang 2025 dan 8,5 persen lagi pada 2026. Pemicunya biaya gas alam dan lonjakan permintaan.

Sumber permintaan terbesar bukan rumah tangga. Data center dan penambangan kripto menyumbang sekitar dua pertiga dari proyeksi pertumbuhan penjualan listrik AS 2026 menurut EIA. Perusahaan AI membangun pusat data raksasa, utilitas membebankan biaya pembangkit dan transmisi baru ke semua pelanggan, dan pemilik rumah menanggung tagihannya.

Pada laju ini, harga listrik AS berpotensi berlipat dua dalam satu dekade. Dua krisis, minyak dan listrik, bergerak ke arah yang sama: naik.

Kebijakan Energi Federal Berubah Tiap Siklus Pemilu

Tidak ada yang bisa diandalkan untuk menahan tagihan. Kebijakan energi federal berganti setiap pemilu. Utilitas adalah monopoli teratur yang meraup untung dari membangun lebih banyak dan menagihkan biayanya ke pelanggan, jadi kenaikan tarif bukan cacat model itu.

Ledakan data center didukung perusahaan paling bernilai di dunia, yang daya lobinya jauh melampaui keluarga biasa yang melihat tagihan listriknya naik. Ketika insentif semua pihak yang berwenang mengarah ke harga lebih tinggi, menunggu mereka menurunkan tarif adalah taruhan buruk.

EV Beri Opsi Kedua yang Tidak Dimiliki Mobil Bensin

Bagi pengendara mobil bensin, tidak ada pilihan selain membayar. Ketika drone menghantam pipa di belahan dunia lain, itu jadi masalah Anda, dan satu-satunya langkah adalah menyerahkan lebih banyak uang di pompa.

EV memberi opsi kedua. Mobil listrik bisa mengisi daya dari jaringan saat tarif rendah, dari panel surya sendiri nyaris gratis, atau dari baterai yang diisi pukul 3 pagi pada skema off-peak. Setiap opsi itu adalah tuas yang tidak dimiliki mobil pembakaran.

Tambahkan solar atap rumah dan hitungannya berubah serius. Pemilik rumah yang memasang panel melaporkan tagihan terpangkas nyaris nol, dan memasangkannya dengan penyimpanan mengunci biaya energi selama 25 tahun sementara yang lain menaiki eskalator tarif. Mengisi mobil dari solar itu membuat biaya per mil mendekati nol.

Vehicle-to-Home: Mobil Jadi Baterai Cadangan Rumah

Pengisian dua arah mengubah EV menjadi baterai terbesar yang akan Anda miliki. Chevy Silverado EV yang dipasangkan dengan charger GM bisa menyalakan rumah rata-rata hingga 21 hari.

Ini bukan lagi keunikan satu truk. Ford F-150 Lightning, lini Ultium GM, Kia EV9, Tesla Cybertruck, dan Model Y Performance terbaru semuanya mendukung fungsi menyalakan rumah. Utilitas bahkan mulai membayarnya, seperti program V2X PG&E yang diperluas dengan insentif hingga USD 17.000 (sekitar Rp 272 juta dengan estimasi kurs Rp 16.000).

Solar mengisi mobil. Mobil menopang rumah. Rumah bersandar pada jaringan listrik hanya saat menginginkannya, bukan karena tidak punya pilihan lain.

Argumennya Tidak Lagi Soal Lingkungan

Selama bertahun-tahun kasus untuk EV dan solar dibangun atas dasar lingkungan, dan itu masih berlaku. Tapi pekan ini jadi pengingat bahwa argumennya bahkan tidak butuh iklim. Ini soal tidak menjadi sandera.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top