KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pertandingan di kandang Coventry berjalan dramatis sejak awal. Brighton tampil dominan dengan penguasaan bola dan menciptakan peluang demi peluang, sementara tuan rumah berjuang keras menahan gempuran.
Charalampos Kostoulas memecah kebuntuan pada menit 35 dengan gol perdananya musim ini. Striker muda Yunani itu mengontrol bola udara dengan kaki, melewati dua bek, lalu melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang.
Sebelum gol tersebut, Coventry sebenarnya sempat mengancam. Bart Verbruggen tampil gemilang dengan dua penyelamatan penting untuk menahan sundulan dan voli Jack Rudoni.
Babak kedua baru berjalan dua menit ketika Brighton menggandakan keunggulan. Malick Yalcouyé berlari cepat melewati lini pertahanan Coventry sebelum menaklukkan Carl Rushworth dengan tenang.
Sesaat kemudian, Coventry harus bermain dengan 10 pemain. Taiwo Awoniyi mendapat kartu merah langsung setelah wasit Tony Harrington melihat ia menyundul bola dengan siku ke wajah Maxim De Cuyper.
Bobby Thomas menjatuhkan Kostoulas di kotak penalti, dan Pascal Gross tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol ketiga Brighton dari titik putih.
Lewis Dunk menutup pesta gol dengan tembakan luar biasa dari jarak 35 yard ke sudut atas gawang. Gol itu disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam karier bek veteran tersebut.
Yasin Ayari melengkapi kemenangan Brighton dengan gol indahnya di waktu tambahan, melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti ke sudut bawah.
Pelatih Coventry, Frank Lampard, menghadapi tugas berat untuk membangkitkan kepercayaan diri pemain dan fans. Ia sempat menyerukan keyakinan kepada para pemainnya saat jeda, namun dua menit setelahnya harapan itu sirna.
Crystal Palace pada musim 2017-18 juga mengalami start buruk serupa, tetapi berhasil finis di posisi 11 setelah mendatangkan Roy Hodgson sebagai pelatih darurat. Apakah Coventry akan mengambil langkah serupa?