BANGKA BARAT — Sebanyak 117 peserta berasal dari Bangka Barat, sementara 20 peserta lainnya datang dari Pulau Belitung. Total 137 peserta didik terlibat dalam gelaran yang mengusung tema "Kembangkan Bakat, Lahirkan Kreativitas – Wadah Ekspresi Seni Tari & Peningkatan Apresiasi Generasi".
Festival ini digelar di panggung seni Museum Timah Indonesia Mentok dan diinisiasi oleh Yayasan Seni Seruni Production. Panggung tersebut menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
Markus menilai festival seni memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya tradisional dan mendorong sektor pariwisata Bangka Barat. Seni tari, menurutnya, bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari rantai ekonomi kreatif yang menopang pembangunan daerah.
"Festival ini adalah bukti nyata bahwa seni, budaya, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan, menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memperkuat identitas kita sebagai masyarakat Bangka Barat," ujar Markus, Jumat (25/9/2026).
Komposisi peserta tahun ini menunjukkan jangkauan festival yang melampaui batas kabupaten. Dari 137 peserta didik, mayoritas atau 117 orang berasal dari Bangka Barat. Sisanya, 20 peserta, datang dari Pulau Belitung.
Kehadiran peserta lintas wilayah itu memperluas ruang pertukaran budaya antardaerah. Peserta dari Belitung membawa gaya dan tradisi tari masing-masing, sementara peserta Bangka Barat menampilkan kekhasan lokalnya di panggung Museum Timah.
Markus membuka sekaligus mengapresiasi gelaran Seruni Art Festival Vol. 3. Ia menyebut festival ini sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat seni mereka.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menempatkan festival seni sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah. Ajang seperti ini juga dinilai membantu menjaga keberlanjutan budaya tradisional di tengah arus budaya populer.
Seruni Art Festival Vol. 3 menjadi edisi ketiga sejak pertama kali digelar. Penyelenggaraan di panggung seni Museum Timah Indonesia Mentok menempatkan festival dalam ruang publik bersejarah yang sekaligus menjadi daya tarik wisata.