The Shards Belum Juga Diperpanjang FX, Nasib Season 2 Masih Menggantung

Penulis: Ricki Manurung  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:07:02 WIB
Serial The Shards garapan Ryan Murphy belum mendapat kepastian perpanjangan dari FX.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Serial The Shards garapan Ryan Murphy belum mendapat kepastian perpanjangan dari FX meski sudah lebih dari tiga pekan sejak finale season pertamanya tayang. Finale tersebut berakhir dengan cliffhanger besar, sementara rata-rata penonton tayangan perdana di FX hanya sekitar 237 ribu. FX dikenal tidak terburu-buru memutuskan nasib serialnya, dan hubungan panjang Murphy dengan Disney disebut jadi faktor penentu.

Ryan Murphy dan FX memang punya sejarah kerja sama yang panjang. Tapi untuk The Shards, keputusan itu belum juga datang. Serial yang diangkat dari novel Bret Easton Ellis ini tayang perdana pada awal Agustus dan langsung menyisakan pertanyaan besar di benak penontonnya.

Sampai sekarang, belum ada pernyataan resmi dari FX soal status The Shards. Situasi ini bukan hal baru di industri, karena FX memang dikenal kerap menunda pengumuman perpanjangan. Dua serial mereka yang mendapat pujian kritikus, Adults dan The Lowdown, baru mendapat lampu hijau beberapa bulan setelah season pertamanya berakhir.

Premis dan Kedekatan Murphy dengan The Shards

The Shards mengangkat kisah sekelompok pelajar sekolah persiapan di Los Angeles pada awal dekade 1980-an. Di tengah kehidupan mereka, muncul kemungkinan adanya seorang pembunuh berantai. Novel Ellis ini bersifat semi-otobiografi, meski bagian pembunuh berantainya tentu saja fiksi.

Murphy mengaku punya ikatan personal yang kuat dengan cerita ini. Dalam wawancaranya dengan The Hollywood Reporter, ia menjelaskan bagaimana ia meyakinkan Ellis untuk bekerja sama.

"My pitch to him was that 1981, the year the book is set, was the most important year of my life in many ways," kata Murphy. "That was the year I turned 16. That was my first date. My first driving lesson. I lost my virginity. On and on and on. I really understood those kids, and particularly, the Bret character."

Baginya, 1981 adalah tahun yang menentukan banyak hal dalam hidupnya. Ia merasa benar-benar memahami karakter-karakter remaja dalam cerita tersebut, terutama sosok yang didasarkan pada Ellis sendiri.

Angka Penonton dan Tantangan Pengukuran di Era Streaming

Seberapa besar sebenarnya performa The Shards untuk FX dan Hulu, tidak ada yang tahu pasti di luar Disney. Rating linear tercatat kecil, dengan rata-rata 237 ribu penonton untuk penayangan perdana di FX. Angka ini sebenarnya wajar untuk serial drama kabel saat ini.

Mayoritas penonton serial seperti ini datang dari platform streaming. Namun The Shards tidak pernah masuk daftar 10 besar streaming versi Nielsen. FX juga tidak merilis data internal mereka sendiri. Dua fakta ini pun bukan hal aneh, karena sebagian besar serial FX memang tidak menembus tangga streaming dan pihaknya jarang mempublikasikan data rating.

Pola Cliffhanger dan Posisi Murphy di Disney

The Shards bukan satu-satunya serial produksi Murphy di FX yang berakhir dengan cliffhanger tahun ini tanpa kejelasan nasib. The Beauty menutup seasonnya pada awal Maret dengan banyak benang cerita menggantung, dan pada Juli, para pemainnya dilepas. Love Story, yang sempat disebut FX sebagai sukses rating, juga belum diperpanjang.

Murphy memiliki kontrak keseluruhan yang besar dengan 20th Television milik Disney. Hubungan kerjanya dengan studio dan FX sudah terjalin lama, bahkan saat ia berbasis di Netflix, serial-serial produksi 20th tetap memproduksi season baru. Jika The Shards akhirnya mendapat season kedua, itu bisa jadi bukti kuatnya relasi tersebut, bukan semata validasi atas sebuah hit besar.

Serial ini dirancang sebagai tayangan berkelanjutan yang mengikuti sekumpulan karakter yang sama dalam rentang waktu panjang, berbeda dari format antologi yang biasa digarap Murphy seperti American Horror Story atau Feud. Jeda antar season kedua serial antologi itu pun tercatat panjang, dengan American Horror Story sempat jeda lebih dari dua tahun dan Feud hampir tujuh tahun.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top