KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Roberto Mancini kembali membangun Timnas Italia dengan empat nama yang mulai menjadi fondasi utama. Gianluigi Donnarumma, Alessandro Bastoni, dan Sandro Tonali mengisi poros inti, sementara Pio Esposito muncul sebagai harapan baru di lini depan Gli Azzurri.
Empat laga awal periode kedua Roberto Mancini bersama Timnas Italia sudah memperlihatkan kerangka tim yang mulai terbentuk. Mancini memadukan pemain berpengalaman dengan talenta muda, dan sejumlah nama langsung menempati peran sentral di skuad Gli Azzurri.
Gianluigi Donnarumma mencatat jam terbang paling tinggi dalam skuad Italia saat ini. Kiper berusia 27 tahun itu selalu tampil dalam empat pertandingan awal era kedua Mancini dan dipercaya mengenakan ban kapten.
Statusnya sebagai penjaga gawang utama tidak tergoyahkan. Donnarumma tetap menjadi pilihan pertama di bawah mistar, dengan pengalaman panjang bersama Paris Saint-Germain dan tim nasional menjadi alasan utama kepercayaan tersebut.
Alessandro Bastoni membuktikan diri sebagai pemain yang sulit tergantikan di jantung pertahanan. Bek tengah itu dipercaya memimpin lini belakang, berduet dengan Gianluca Mancini.
Kontribusinya tidak hanya soal bertahan. Bastoni mencetak dua gol dalam tiga penampilan awal di bawah Mancini, angka yang tidak biasa bagi seorang bek tengah. Performa itu menjadi sinyal bahwa Italia punya opsi tambahan saat menyerang dari situasi bola mati.
Sandro Tonali mengambil peran sebagai penggerak utama di lini tengah Italia. Gelandang Tottenham tersebut selalu dimainkan dalam empat laga awal, dengan rincian tiga kali menjadi starter dan sekali masuk sebagai pemain pengganti.
Dari empat penampilan itu, Tonali menyumbangkan satu assist. Perannya sebagai penghubung antara lini belakang dan depan membuat Mancini hampir selalu mengandalkannya sejak menit awal.
Pio Esposito tengah menikmati perkembangan pesat bersama Inter Milan. Penyerang berusia 21 tahun itu mulai mendapatkan tempat di lini depan Nerazzurri bersama Lautaro Martinez, dan performa tersebut terbawa ke level internasional.
Dalam empat laga terakhir bersama Italia, Esposito mencatatkan dua gol dan satu assist. Mancini melihat potensi besar pada penyerang muda itu dan menyebutnya bisa menjadi tumpuan tim dalam dua tahun ke depan.
"Esposito sangat haus akan gol, semangat juang, dan kesempatan bermain. Dia luar biasa, dan saya rasa dalam kurun waktu dua tahun, dia bisa dengan mudah menjadi sosok penyerang tengah yang mampu menunjang permainan tim, persis seperti yang dilakukan Christian Vieri dan Luca Toni," kata Mancini dikutip dari RAI Sport.
Selain empat nama inti tersebut, Mancini membuka pintu bagi sejumlah pemain baru. Michael Kayode, Alessandro Romano, Issa Doumbia, Antonio Vergara, dan Giorgio Scalvini mulai mendapat kepercayaan di skuad senior.
Kehadiran mereka menandakan bahwa regenerasi menjadi bagian penting dari era kedua Mancini. Italia sebelumnya melewati periode sulit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026, dan Mancini kini membangun kembali fondasi tim dengan kombinasi pemain senior serta talenta muda.
Empat laga awal memang belum menjadi ukuran final. Namun pola pemilihan pemain Mancini sudah memberi gambaran jelas soal siapa saja yang akan menjadi tulang punggung Gli Azzurri dalam beberapa tahun mendatang.