KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menyatakan akan meninjau ulang sistem pembebasan wajib militer bagi atlet menyusul kontroversi selebrasi pemain sepak bola di Asian Games. Menteri Choi Hwi-young menilai aturan yang berlaku lebih dari 50 tahun itu "harus dikurangi" karena nilai keadilan publik telah bergeser.
Pernyataan itu disampaikan Choi dalam rapat Komite Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional Korea Selatan. Pemerintah menilai insiden selebrasi tiga pemain timnas usai mengalahkan tuan rumah Jepang di partai final telah memicu kemarahan publik.
Kapten Korea Selatan, Lee Gi-hyuk, menjadi sasaran kritik setelah mengangkat medali emasnya sambil menyatakan dirinya "tidak akan pergi ke militer". Dua pemain lain turut dikritik karena ikut merayakan bebasnya kewajiban dinas militer mereka.
Lee kemudian menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya. Namun gelombang protes di dalam negeri sudah telanjur meluas, terutama di kalangan anak muda yang menilai sistem itu tidak adil.
Seluruh pria Korea Selatan wajib menjalani dinas militer aktif antara 18 hingga 21 bulan sebelum usia 28 tahun. Pemerintah memberikan pengecualian hanya kepada peraih medali Olimpiade (peringkat ketiga atau lebih baik) dan peraih emas Asian Games, dengan kewajiban menjalani pelatihan dasar kurang dari satu bulan.
Choi menyebut sistem tersebut memang berkontribusi menjaga kemampuan atlet dan seniman berprestasi. Meski begitu, ia menilai persepsi publik terhadap nilai keadilan wajib militer sudah berubah.
"Namun, nilai-nilai yang melekat pada keadilan dan persepsi publik terhadap wajib militer telah berubah. Saya setuju sistem ini harus ditinjau secara menyeluruh sekali lagi," ujar Choi dalam sidang tersebut.
Anggota Partai Demokrat Korea, Cho Kye-won, mempertanyakan komposisi penerima pengecualian. Ia menyebut insiden selebrasi itu "meninggalkan rasa ketidakadilan yang serius di kalangan anak muda".
Cho menyoroti bahwa lebih dari 80 persen manfaat pengecualian terkonsentrasi pada cabang Asian Games. Dari 44 orang yang memenuhi syarat di Asian Games kali ini, 36 di antaranya berasal dari sepak bola dan bisbol.
Ia juga menilai gelar juara dunia di cabang olahraga lain lebih sulit diraih dibanding emas Asian Games, tetapi para juara dunia itu tidak menerima fasilitas pembebasan wajib militer.
Sistem pengecualian ini sudah berjalan lebih dari setengah abad dan menjadi salah satu insentif terbesar bagi atlet Korea Selatan. Choi menegaskan pemerintah tidak menutup kemungkinan memangkas cakupan penerima manfaat.
Hingga kini belum ada keputusan resmi soal bentuk