Google Luncurkan Playground, Platform Game Berbasis Prompt AI

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:06:01 WIB
Google memperkenalkan Playground, platform eksperimental pembuatan game berbasis prompt AI.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Google resmi memperkenalkan Playground, platform eksperimental yang memungkinkan pengguna membuat, memainkan, dan membagikan game berbasis browser hanya dengan mengetik prompt. Platform ini mengandalkan model Gemini, Nano Banana, dan Lyria untuk menerjemahkan deskripsi teks menjadi game yang bisa langsung dimainkan di ponsel maupun laptop. Peluncuran perdana menyasar pengguna di Amerika Serikat, dengan akses yang bisa diperluas lewat keanggotaan Google One.

Google Labs merancang Playground sebagai ruang uji coba yang menurunkan ambang teknis pembuatan game. Alih-alih menulis kode, pengguna cukup mendeskripsikan game yang ingin dibuat melalui antarmuka chat, lalu sistem akan menyusunnya secara otomatis.

Pendekatan ini menyasar kreator pemula yang selama ini terkendala keterampilan pemrograman. Google menyebut tujuan platform ini untuk "make game creation more approachable and ignite everyday creativity."

Apa yang Bisa Dibuat di Playground

Pengguna dapat memilih jenis game 2D atau 3D, serta menentukan apakah game bersifat single-player atau multi-player. Google juga menyediakan starter prompt yang bisa dimodifikasi ulang sebagai titik awal.

Setelah game terbentuk, pengguna bisa menyesuaikan fisika, mengubah aturan permainan, mengustomisasi karakter, hingga merombak lingkungan game. Semua proses ini dilakukan lewat percakapan teks tanpa perlu menyentuh baris kode.

Game yang dihasilkan berbasis browser sehingga bisa dimainkan langsung di ponsel atau laptop. Setelah selesai, game dapat disimpan secara privat, dibagikan lewat tautan, atau dipublikasikan ke galeri Playground Explore untuk diakses publik.

Integrasi Unity Spark untuk Kreator Serius

Google juga mempreview integrasi Unity Spark yang memungkinkan mekanisme permainan tingkat profesional, kemampuan 3D beresolusi tinggi, dan fleksibilitas runtime Unity. Kolaborasi ini disebut memberi fondasi bagi ekosistem di mana pengguna bisa mulai dari prompt teks sederhana, lalu berkembang membangun pengalaman imersif dengan Unity.

Keamanan dan Moderasi Konten

Setiap game yang dipublikasikan melewati penyaringan pedoman komunitas sebelum tayang. Pengguna juga bisa melaporkan konten yang melanggar aturan. Pemain dapat memberi rating pada game, sementara papan skor dalam game didukung integrasi profil Play Games.

Ketersediaan dan Skema Akses

Playground mulai digulirkan di Amerika Serikat. Pengguna gratis tetap bisa membuat game, namun akses yang lebih luas dikaitkan dengan keanggotaan Google One. Belum ada keterangan resmi soal jadwal ketersediaan untuk pasar Indonesia.

Langkah Google ini memperkuat tren pembuatan konten berbasis AI generatif yang makin menyasar kreator non-teknis. Bagi pelaku industri game lokal, kehadiran platform semacam ini berpotensi membuka jalur baru bagi pengembang indie untuk memproduksi prototipe cepat tanpa investasi besar di awal.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top