KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencatatkan 517 transaksi sekuritas sepanjang Agustus 2026, dengan nilai estimasi total USD 74,3 juta hingga USD 273,3 juta. Laporan keterbukaan keuangan setebal 18 halaman itu menyoroti pembelian saham Meta Platforms hingga USD 25 juta dan surat utang SpaceX senilai USD 1 juta sampai USD 5 juta. Transaksi SpaceX terjadi dua hari sebelum Trump menandatangani kebijakan transportasi antariksa nasional yang memperluas peluncuran roket komersial.
Dokumen keterbukaan keuangan yang dirilis Gedung Putih memuat rincian transaksi di delapan akun investasi milik Trump. Analisis CNBC menemukan pola perdagangan aktif yang jarang dilakukan presiden AS sebelumnya, termasuk pembelian saham di sektor teknologi, energi, dan kesehatan dalam rentang waktu yang berdekatan dengan sejumlah keputusan eksekutif.
Pada 18 Agustus 2026, akun investasi Trump membeli senior unsecured notes yang diterbitkan SpaceX. Nilai pembelian berada di kisaran USD 1 juta hingga USD 5 juta, dengan tingkat kupon 5,35% dan jatuh tempo Juli 2031.
Dua hari berselang, tepatnya 20 Agustus, Trump menandatangani National Security Presidential Memorandum (NSPM-17). Kebijakan itu menargetkan dukungan AS untuk lebih dari 1.000 peluncuran dan reentry roket komersial per tahun pada 2030. SpaceX berposisi sebagai kontraktor utama Pentagon dan NASA dalam skema tersebut.
Transaksi tunggal terbesar terjadi pada 21 Agustus berupa pembelian saham Meta Platforms senilai USD 5 juta hingga USD 25 juta. Di hari yang sama, Trump juga memborong saham AT&T, ConocoPhillips, Abbott Laboratories, Netflix, dan Chevron.
Lima hari kemudian, 26 Agustus, tercatat pembelian saham Microsoft, McDonald's, Comcast, dan Tyson Foods. Tyson Foods bergerak di pengolahan daging, dan pada tanggal yang sama Trump menandatangani proklamasi perluasan kuota impor daging sapi berbiaya masuk rendah.
Di sisi penjualan, Trump melepas kepemilikan di Advanced Micro Devices (AMD) dan Church & Dwight. Sejumlah saham senilai hingga USD 1 juta juga dijual, mencakup Boeing, Home Depot, T-Mobile, Datadog, Dell Technologies, Palo Alto Networks, dan Nvidia.
Tumpang-tindih antara portofolio pribadi dan kebijakan eksekutif memicu sorotan soal potensi konflik kepentingan. Gedung Putih membantah Trump mengarahkan transaksi tersebut.
"Portofolio investasi dikelola secara independen melalui discretionary accounts dan model keputusan berbasis komputer, tanpa ada kemampuan bagi Presiden Trump maupun keluarganya untuk memengaruhi keputusan investasi," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Davis Ingle.
Presiden AS terdahulu umumnya melepas kepemilikan saham individu atau menempatkan aset dalam blind trust. Trump memilih strategi perdagangan aktif dengan frekuensi tinggi. Laporan tahunan 2025 miliknya mencatat lebih dari 21.000 transaksi saham di delapan akun investasi.
Frekuensi transaksi sebesar itu membuat laporan keterbukaan keuangan Trump menjadi salah satu dokumen kepresidenan yang paling sering dianalisis publik di AS. Bagi investor dan pelaku pasar, dokumen ini jadi rujukan tidak resmi untuk membaca arah kebijakan sektor teknologi, energi, dan pertahanan.