KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Erick Thohir menyerahkan trofi juara Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 kepada Marco Bezzecchi di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Minggu (11/10). Momen itu disorot Sky Sport MotoGP dalam siaran langsung yang juga diunggah ke akun Instagram resmi mereka. Komentator memperkenalkan Erick sebagai mantan Presiden Inter Milan yang kini menjabat Menpora.
Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut sorotan tersebut sebagai nilai tambah tersendiri bagi penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Rekam jejak Erick di sepak bola Italia pada periode 2013–2018 membuat namanya tidak asing bagi publik olahraga Negeri Pizza.
Kali ini, perhatian itu datang dalam kapasitas berbeda. Erick hadir bukan sebagai pemilik klub, melainkan sebagai pejabat yang mendukung pengembangan olahraga Indonesia.
Momen penyerahan trofi berlangsung di podium utama sirkuit yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bezzecchi keluar sebagai juara, sementara Erick menyerahkan trofi dalam kapasitasnya sebagai Menpora.
Siaran Sky Sport MotoGP menampilkan momen tersebut secara langsung. Akun Instagram resmi media itu turut mengunggahnya, memperluas jangkauan perhatian di luar penonton balapan.
Perhatian media asing tidak hanya tertuju pada persaingan para pembalap di lintasan. Figur dan identitas negara tuan rumah ikut menjadi bagian dari narasi yang dibangun.
Pertamina Grand Prix of Indonesia dinilai lebih dari sekadar adu kecepatan. Ajang ini menjadi kesempatan Indonesia menunjukkan kemampuan menyelenggarakan kompetisi berkelas internasional.
Potensi pariwisata dan kekuatan nasional turut diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat disebut berkolaborasi mewujudkan itu.
Menpora menegaskan manfaat penyelenggaraan MotoGP di Mandalika perlu dilihat secara lebih luas daripada hasil persaingan di lintasan.
"Ketika Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia, yang kita hadirkan bukan hanya sebuah kompetisi. Kita juga membawa nama Indonesia ke hadapan masyarakat internasional," kata Erick.
Menurut Erick, penyelenggaraan ajang olahraga internasional harus menghasilkan manfaat nyata dan berkelanjutan. Mulai dari meningkatnya pengenalan terhadap Indonesia, bergeraknya aktivitas ekonomi daerah, hingga berkembangnya sektor olahraga dan pariwisata.
Keberhasilan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kelancaran balapan dan antusiasme penonton. Nilai tambah bagi masyarakat dan posisi Indonesia di mata dunia menjadi ukuran lain yang disebutnya.
Melalui kolaborasi lintas pihak, Pertamina Grand Prix of Indonesia diharapkan terus menjadi instrumen memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Sekaligus destinasi wisata olahraga yang diperhitungkan di tingkat global.