PANGKALPINANG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang Fahrizal menyatakan penjaringan sampah menjadi respons cepat pihaknya terhadap tumpukan plastik yang muncul pasca hujan deras. Menurut dia, sampah yang dibiarkan bergerak lebih jauh berpotensi menyumbat aliran sungai dan memperparah kondisi di hilir.
Fahrizal menjelaskan, penjaringan dilakukan agar sampah tidak semakin menyebar ke sepanjang aliran. Pihaknya menyebut langkah itu bersifat jangka pendek, sambil menyiapkan penanganan yang lebih berkelanjutan.
"Sehubungan dengan munculnya sampah plastik di sungai pasca musim hujan, yang kami lakukan jangka pendek menjaring sampah tersebut," kata Fahrizal saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (26/10).
Selain penjaringan, DLH memetakan lokasi sungai yang dinilai menjadi titik penumpukan sampah. Titik-titik itu akan dijadikan lokasi gotong royong bersama seluruh pemangku kepentingan yang berwenang dalam pengelolaan sungai.
Fahrizal menyebut langkah jangka panjang ini melibatkan lintas instansi, bukan hanya DLH. Pemetaan titik penumpukan menjadi dasar agar kegiatan bersih-bersih tidak berhenti pada satu kali aksi sesaat.
DLH mengimbau masyarakat Kota Pangkalpinang untuk tidak membuang sampah ke sungai. Imbauan itu disampaikan menyusul munculnya kembali sampah plastik di aliran Sungai Rangkui setiap kali hujan deras turun.
"Kami juga menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai," ujar Fahrizal.
Penanganan sampah di Sungai Rangkui bergantung pada dua sisi: kesiapan petugas di lapangan dan kebiasaan warga di bantaran. Tanpa perubahan kebiasaan membuang sampah, penjaringan hanya memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain.