KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jude Bellingham nyaris baku hantam dengan Karim Adeyemi selepas Barcelona kalah 1-2 dari Real Madrid di Camp Nou pada matchday ke-10 La Liga. Keributan itu pecah tepat setelah laga usai dan sempat memancing kedua kubu turun tangan melerai. Kemenangan Los Blancos memangkas jarak di papan atas klasemen jadi tiga poin.
Duel bertajuk El Clasico edisi lanjutan La Liga itu berlangsung di Camp Nou, dengan Barcelona bertindak sebagai tuan rumah. Skor akhir 1-2 untuk Real Madrid, berkat dua gol Kylian Mbappe. Barcelona hanya mampu membalas lewat Raphinha.
Mbappe jadi penentu kemenangan El Real dengan brace-nya. Gol kedua Mbappe bahkan mengubah kedudukan menjadi 2-1 dan memastikan Madrid pulang membawa tiga poin dari markas rival abadinya.
Bagi Barcelona, kekalahan ini jadi pukulan di kandang sendiri. Raphinha sempat memberi harapan lewat golnya, tapi Los Blancos terlalu solid untuk ditaklukkan pada laga bertajuk El Clasico ini.
Selepas pertandingan, Jude Bellingham menghampiri Karim Adeyemi. Keduanya terlibat adu mulut yang memancing kedua kubu berkumpul untuk melerai.
Bellingham terus mencecar Adeyemi, bahkan setelah dilerai Bernardo Silva. Emosi gelandang Inggris itu baru benar-benar reda setelah Raphinha menghampiri dan memeluknya.
Penyebab cekcok kedua pemain tidak diketahui. Bellingham dan Adeyemi sama-sama pernah membela Borussia Dortmund, dan hubungan mereka sempat akrab ketika masih satu tim di Jerman. Namun hubungan keduanya dipastikan retak setelah El Clasico yang berakhir dengan kemenangan Los Blancos.
Aksi kontroversial lain datang dari pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Momen itu terjadi setelah Mbappe mencetak gol kedua sekaligus membawa El Real unggul 2-1.
Setelah gol tersebut, Mourinho sengaja berdiri di dekat bench Barcelona. Ia menatap seluruh penggawa Barca yang berada di bangku cadangan.
Beruntung para pemain dan staf pelatih Barcelona tidak terprovokasi. Salah satu staf Barcelona hanya merespons dengan senyuman melihat aksi "The Special One".
Kemenangan Real Madrid praktis membuat persaingan papan atas La Liga kembali memanas. Barcelona tetap berada di puncak klasemen, namun hanya berjarak tiga poin dari Madrid yang berada di posisi ketiga.
Selisih tipis itu membuat perburuan gelar La Liga musim ini berpotensi berlangsung ketat hingga pekan-pekan akhir. Barcelona wajib segera bangkit, sementara Madrid kian percaya diri menempel ketat sang pemimpin klasemen.