Cerita Bocah Kemanggisan Main Layangan di TPU, Tak Kapok Kejar Layangan Putus sampai Kaki Berdarah

Nasional28 Dilihat

JAKARTA, – Sekelompok bocah menyulap area permakaman menjadi tempat bermain layang-layang karena tak ada tanah lapang di wilayah tersebut.

Pemandangan tersebut bukan hal asing lagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Grogol Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Sejak pukul 15.00 WIB, kawasan ini sudah ramai dengan bocah-bocah yang asyik menarik ulur layangan.

“(Ramainya) ya dari jam tiga (sore) sudah ada orang,” ujar bocah bernama Oji (8) yang sedang duduk menanti giliran bermain bersama temannya, Minggu (3/9/2023).

Oji bercerita, jika layang-layang putus, ia bersama bocah lain akan berlari melompati batu nisan untuk berebut layangan seharga Rp 2.000 tersebut.

“Kalau enggak putus ya paling nyangkut di pohon. Kalau putus ya dikejar,” tutur dia tanpa memalingkan pandangannya dari langit.

Pernah, kata Oji, beberapa hari lalu temannya terserempet motor lantaran mengejar layangan yang putus dan terbang keluar dari area kuburan.

“Ada semalam bocil, keserempet dia pas kejar layangan di sana, kan layangannya ke luar sampai jalan. Dia enggak apa sih,” kata Oji lagi.

Oji sempat mengalami kejadian tak enak saat mengejar layangan putus. Kata Oji, kakinya pernah terkena paku saat berlari di antara batu nisan.

“Pernah juga saya, keseruduk. Itu kan ada kayu ada pakunya keinjak ini. Ya berdarah,” ujar Oji sambil menunjuk bekas luka di tumitnya.

“Dia kagak kapok mah, noh buktinya maen lagi ha-ha. Kalau saya paling luka-luka doang. Kagak (kapok) lah. Tetap semangat, layangan itu penting,” ujar bocah lain bernama Arfan (10), menimpali.

Di sisi lain, saat ditanya mengapa memilih kuburan sebagai tempat bermain layangan, Arfan mengaku tidak ada tanah lapang lain di dekat tempat tinggalnya.

“Enggak ada lapangan, Kak, paling ke asrama polisi di Palmerah. Tapi lebih dekat ke sini,” tutur Arfan.

Bocah lain bernama Dodi (15) juga menyampaikan hal yang sama. Di dekat rumahnya, tak ada tanah luas lain tanpa gedung-gedung tinggi dan kabel semrawut.

Maka itu, Dodi berharap paling tidak di Palmerah ada sebuah lapangan atau tanah luas untuk bermain layangan tanpa khawatir terluka.

“Pengin sih ada tempat main kayak lapangan, tapi minta sama siapa? Siapa yang mau bikinin, Kak, ha-ha,” ujar Dodi.

[KOMPAS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *