Cerita Panda Nababan dan Teka Teki Jawaban SBY ke Megawati

Politik20 Dilihat

Ingatan politikus senior PDIP Panda Nababan kembali ke tahun 2005 silam. Kala itu ia mendapat mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Pertanyaan awak media terkait wacana pertemuan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati membuatnya mengingat kembali kejadian tersebut.

Panda mengaku diminta datang oleh Megawati yang kalah lawan SBY di Pilpres 2004 ke rumahnya. Saat itu SBY sangat ingin menemui Megawati, namun keinginan tersebut tak kunjung terwujud.

Akhirnya ia diutus untuk menyambangi SBY. Ia mengaku mendapat lima pertanyaan dari Mega untuk disampaikan ke SBY. Mega meminta SBY untuk menjawab pertanyaan itu dengan jujur.

Menurut Panda, Megawati menginginkan jawaban jujur dari SBY sebagai syarat jika pensiunan jenderal itu ingin betul-betul bertemu.

“18 belas tahun yang lalu saya diminta Ibu Mega menghubungi SBY, supaya ada rekonsiliasi, supaya mereka itu berbaikan,” kata Panda di Setiabudi One, Jakarta Selatan, Kamis (22/6) malam.

“Nah waktu itu, Ibu Mega mengatakan ke saya, ‘Panda kau catat dulu lima pertanyaanku, kalau dia jawab itu dengan jujur dan terbuka, saya akan ketemu’,” ujarnya menambahkan.

Dengan antusias ia mengeluarkan buku catatan kecil berwarna hijau dari sakunya. Ia mencatat setiap kata yang keluar dari mulut Megawati.

“Jadi waktu itu saya kan ke mana-mana bawa ini, iya kan, ku catat lah lima pertanyaannya Ibu Mega,” kata Panda sembari mengangkat buku catatannya itu.

Panda mengaku langsung bergegas menemui SBY di Istana Negara. Menurutnya, SBY langsung bertanya keberadaan Megawati. Ia pun menjelaskan bahwa Presiden ke-5 RI itu tak hadir dan mengutus dirinya.

“Pesan ibu kalau Pak Susilo jawab pertanyaan ini, baru ibu datang, baru ibu ketemu,” ujarnya.

lima pertanyaan ke SBY

Panda lalu menghujani SBY dengan lima pertanyaan yang dititipkan Megawati itu. Ia mengungkap empat dari lima pertanyaan tersebut.

Pertama, ia mengonfirmasi apakah SBY pernah menyebut dirinya dimanusiakan atau dalam istilah jawa, diwongke oleh Megawati dengan cara menunjuknya sebagai Menko Polkam.

“Pak Susilo, Ibu Megawati nanya, ‘Pak Susilo dulu ngomong saya ini sudah di comberan, diwongke, diorangkan oleh Bu Mega, pernah enggak ngomong begitu?’,” kata Panda menirukan pertanyaannya ke SBY.

Kedua, apakah SBY pernah menyatakan keinginannya untuk mendampingi Megawati sebagai wapres. Ketiga, apakah SBY menggunakan kantor Kemenko Polkam untuk membentuk Partai Demokrat.

Keempat, Panda mengonfirmasi pernyataan SBY yang sebelumnya mengaku urung berkontestasi di Pilpres 2004. Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, menurut Panda, SBY diam seribu bahasa.

“Tak satu pun dijawabnya, malah dia lebih banyak menerawang lihat langit-langit Istana,” ujarnya.

Setelahnya, Panda pun melaporkan hasil pertemuannya dengan SBY itu ke Megawati.

“Dia kan waktu dia reaksi ke saya, ‘itulah Panda, dia berbohong’, dia enggak jujur, dia enggak terbuka,” ujar Panda.

Hingga kini, Panda mengaku masih belum mengetahui alasan SBY tak menjawab pertanyaan dari Megawati.

Panda menyebut Megawati mau menemui SBY asalkan Presiden ke-6 RI itu menjawab lima pertanyaan yang selama 18 tahun tak kunjung dijawab oleh SBY.

“Mau lah (Megawati bertemu), kenapa enggak mau? Lima pertanyaan itu (dijawab dahulu), 18 tahun, apa sih sulitnya?” katanya.

Di sisi lain, Panda turut merespons SBY yang mengaku bermimpi menaiki kereta bersama Megawati dan Presiden Jokowi. Menurutnya, mimpi tersebut menggambarkan keinginan SBY untuk pertemuan dengan Megawati terwujud.

“Bahwa dari dia ungkapkan mimpinya itu berarti ada keinginan dia, ada willing. Kalau saya ngomong sama teman ku, ‘aduh aku mimpi. Akhirnya kita ketemu juga, ya’. Berarti udah ada dalam pikiran ku,” ucapnya.

[Gambas:Infografis CNN]

persoalan PDIP dan Demokrat clear

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan pihaknya terbuka dengan wacana rekonsiliasi antara Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Said menegaskan PDIP tidak punya masalah apapun dengan Demokrat dan SBY.

“Tidak ada problem apapun PDIP dengan Demokrat, clear,” kata Said di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/6).

Said menjelaskan PDIP telah membuka diri untuk rekonsiliasi. Hal ini dimulai dengan pertemuan antara Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Senayan beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Partai Demokrat menunggu kesediaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk bertemu dan berekonsiliasi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya sejak awal tak memiliki persoalan dengan dengan PDIP ataupun dengan Megawati. Menurutnya, SBY mengaku siap untuk bertemu dengan Megawati.

“Saya sering mendapat arahan dari Pak SBY, tidak ada persoalan. Tinggal bagaimana Bu Mega membuka ruang yang cukup bagi silaturahmi Pak SBY,” kata Herman di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (21/6).

[CNN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *