China Sindir AS soal Relasi sampai RI Ogah Hadir Rapat soal Myanmar

Berita30 Dilihat

Lawatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken ke China sampai pertemuan informal soal Myanmar yang diinisiasi Thailand menjadi sorotan berita internasional.

Berikut kilas berita internasional pada Senin (19/6).

Diundang Thailand, RI Pilih Tak Hadiri Pertemuan Informal soal Myanmar

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia buka suara soal undangan di pertemuan informal ASEAN, yang diinisiasi Thailand untuk membahas soal Myanmar, hari ini, Senin (19/6).

Staf Ahli Menlu RI untuk Diplomasi Kawasan, Ngurah Swajaya, mengatakan Indonesia memang menerima undangan tersebut, tetapi tidak hadir.

“Kita diundang, tapi jangan ditanya mengapa kita tidak hadir,” kata Ngurah saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat.

China ke AS: Mau Pilih Dialog atau Konfrontasi?

Diplomat tertinggi China, Wang Yi, menegaskan China dan Amerika Serikat harus memilih apakah hubungan kedua negara ingin fokus pada kerja sama atau berkonflik.

Hal itu diutarakan Wang saat menjamu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang berkunjung ke Beijing pada Senin (19/6)saat relasi kedua negara terus merenggang. Wang merupakan eks Menlu China yang kini menjabat sebagai Direktur Komisi Pusat Kebijakan Luar Negeri Partai Komunis China, diplomat tertinggi Negeri Tirai Bambu.

“Perjalanan Menteri Luar Negeri ke Beijing kali ini datang pada titik kritis dalam hubungan China-AS,” papar Wang kepada Blinken, menurut laporan dari lembaga penyiaran China, CCTV.

Ke RI, Kaisar Jepang Dikasih ‘Oleh-oleh’ Ikan Arwana dari Jokowi

Kaisar Naruhito dari Jepang mendapat ‘oleh-oleh’ dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Istana Merdeka, Bogor, pada hari ini, Senin (19/6).

Jokowidikabarkan memberikan ikan arwana berjenis super red kepada Kaisar Naruhito.

“Pada hari ini Indonesia akan memberikan ikan jenis arwana kepada kaisar Jepang. Adapun arwana yang diberikan adalah arwana super red yang banyak ditemukan di sungai Kalimantan Barat,” kata pembawa acara di kanal You Tube Sekretariat Presiden.

[CNN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *