Pencarian

BWF World Championships 2026: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Tersingkir, Catat Rekor Buruk di Tiga Turnamen Beruntun

Kamis, 20 Agustus 2026 • 10:07:31 WIB
BWF World Championships 2026: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Tersingkir, Catat Rekor Buruk di Tiga Turnamen Beruntun
Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus mengakui keunggulan wakil Malaysia di babak 32 besar BWF World Championships 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kegagalan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 ini bukan sekadar hasil buruk biasa. Sebelum tumbang di babak kedua, Raymond/Joaquin juga sudah tersingkir lebih awal di Japan Open 2026 (babak pertama) dan China Open 2026 (babak kedua). Tren negatif ini berbanding terbalik dengan performa impresif mereka di paruh pertama musim lalu yang sukses merebut gelar Australia Open.

Evaluasi Pelatnas: Konsistensi Jadi PR Terbesar Raymond/Joaquin

Nikolaus Joaquin buka suara soal rentetan hasil minor yang dialami pasangannya. Ia menegaskan timnya tidak mau larut dalam kekecewaan dan langsung fokus mencari solusi.

"Kami beberapa kali mengalami situasi seperti itu dan sampai sekarang belum menemukan formula untuk memperbaikinya. Namun, kami yakin bisa menemukan jalan keluar," kata Joaquin dalam keterangan resmi PBSI.

Pernyataan ini menunjukkan ada masalah mendasar yang belum tuntas diperbaiki. Bukan soal kemampuan teknis, melainkan mental dan strategi saat menghadapi pertandingan ketat di ronde awal.

Analisis Kekalahan dari Junaidi Arif/Yap Roy King

Menghadapi ganda Malaysia di babak 32 besar, Raymond/Joaquin sebenarnya tampil kompetitif. Namun, kegagalan di momen kritis terlihat jelas pada gim kedua. Mereka sempat memberi perlawanan ketat hingga angka 19-19, tetapi kehilangan dua poin beruntun yang menentukan.

Pola kekalahan seperti ini kerap terjadi pada pasangan muda. Kemampuan mengejar ketertinggalan sudah ada, tapi eksekusi di poin-poin akhir (deuce) masih sering meleset. Hal ini sejalan dengan pengakuan Joaquin yang menyebut timnya belum menemukan formula tepat untuk keluar dari situasi sulit.

Daftar Hasil Minor Raymond/Joaquin di 2026

Berikut rincian penampilan ganda putra andalan Indonesia tersebut dalam tiga turnamen terakhir sebelum Kejuaraan Dunia:

  • Japan Open 2026: Tersingkir di babak pertama.
  • China Open 2026: Kandas di babak kedua.
  • BWF World Championships 2026: Terhenti di babak 32 besar usai kalah dari Junaidi Arif/Yap Roy King (16-21, 19-21).

Tekanan Baru di Sektor Ganda Putra Indonesia

Hasil ini menjadi catatan serius bagi PBSI. Sektor ganda putra yang selama ini menjadi lumbung prestasi Indonesia butuh regenerasi yang stabil. Raymond/Joaquin diharapkan menjadi penerus senior-senior mereka, namun inkonsistensi di turnamen kecil justru menghambat perkembangan ranking dan jam terbang.

Kegagalan di babak awal membuat poin ranking mereka tidak bertambah signifikan. Jika tren ini berlanjut, peluang tampil di turnamen level atas dengan undian yang lebih mudah akan semakin sulit didapat.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Raymond/Joaquin?

Joaquin menegaskan bahwa kebangkitan adalah kata kunci. Namun, kebangkitan butuh pembuktian, bukan sekadar pernyataan. Turnamen BWF World Tour berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya apakah mereka mampu memperbaiki pola permainan di poin-poin kritis.

Jadwal padat tur Eropa biasanya menjadi momen penentuan bagi pebulutangkis Indonesia untuk memperbaiki posisi. Semua mata kini tertuju pada langkah Raymond/Joaquin untuk memutus rantai kekalahan beruntun ini.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ipol.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks