Pencarian

Menkeu Suahasil Sebut Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Indonesia Dinilai Resilien

Rabu, 23 September 2026 • 10:08:01 WIB
Menkeu Suahasil Sebut Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Indonesia Dinilai Resilien
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai sektor riil Indonesia tetap resilien dalam konferensi pers APBN Kita edisi September 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai sektor riil Indonesia tetap resilien setelah penjualan mobil dan sepeda motor tumbuh sepanjang Januari–Agustus 2026. Wholesales mobil menembus 599.491 unit atau naik 20,1 persen, sementara sepeda motor terjual 4.362.078 unit. Pemerintah tetap mengingatkan risiko eksternal dari pelemahan PMI manufaktur global.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan penilaian tersebut dalam konferensi pers APBN Kita edisi September 2026. Ia menyoroti penguatan keyakinan konsumen sebagai pemicu utama ekspansi aktivitas ekonomi nasional, bukan hanya di sektor otomotif.

"Sektor riil tetap resilien. Bisa dilihat bahwa keyakinan konsumen itu bisa menguat. Penjualan riil kembali ekspansif," kata Suahasil.

Wholesales Mobil Tembus 599.491 Unit hingga Agustus 2026

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pengiriman mobil baru dari pabrik ke dealer mencapai 599.491 unit sepanjang Januari–Agustus 2026. Capaian itu melambung 20,1 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya 499.315 unit.

Pertumbuhan juga terjadi di jalur retail sales. Sebanyak 594.984 unit mobil diserahterimakan ke konsumen hingga Agustus 2026, naik 13,9 persen dari 522.160 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Artinya, kenaikan tidak hanya terjadi di level distribusi pabrik, tetapi juga benar-benar terserap pasar. Ini sinyal yang jarang muncul bersamaan di dua jalur penjualan.

Sepeda Motor Naik 2,16 Persen, Lebih Moderat

Di segmen roda dua, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat total penjualan 4.362.078 unit selama delapan bulan pertama 2026. Angka itu naik 2,16 persen dibanding 4.269.718 unit pada Januari–Agustus tahun sebelumnya.

Laju pertumbuhan sepeda motor jauh lebih kecil ketimbang mobil. Pasar roda dua memang sudah berada di volume besar, sehingga kenaikan persentase kecil tetap berarti puluhan ribu unit tambahan.

Penerimaan Pajak Ikut Terdorong

Suahasil menegaskan pertumbuhan penjualan kendaraan berdampak langsung pada setoran pajak negara. Semakin banyak unit terjual, semakin besar pula penerimaan dari pajak pembelian dan pajak terkait lainnya.

"Permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik itu tumbuh, permintaan mobil dan motor itu tumbuh, berarti aktivitas ekonomi itu tumbuh," ujarnya.

Ia menyebut penjualan semen dan konsumsi listrik sebagai indikator pendukung yang bergerak searah dengan otomotif. Ketiganya dipakai pemerintah untuk membaca arah permintaan domestik secara keseluruhan.

PMI Manufaktur Jadi Faktor Eksternal yang Harus Diwaspadai

Meski indikator domestik positif, Suahasil meminta pemerintah tidak lengah. Ia menyoroti PMI manufaktur sebagai cerminan dinamika global yang perlu diantisipasi secara cermat.

"Penjualan mobil dan motor tetap tumbuh, penjualan semen tetap tumbuh, penjualan listrik tetap tumbuh, PMI manufaktur ini yang ngikutin gerak dunia itu. Jadi, harus kita waspadai. Kita tidak boleh lengah, tapi Indonesia kondisi ekonominya cukup resilien. Malah saya bisa katakan sangat resilien," kata Suahasil.

Bagi konsumen, tren penjualan yang kuat sepanjang 2026 bisa berdampak pada ketersediaan stok dan waktu tunggu pengiriman di dealer. Pabrikan umumnya menyesuaikan jadwal produksi ketika permintaan retail terus naik.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks