YOGYAKARTA — FisTx Disinfectan System (FDS) menggabungkan Baskara UV, Cakra Elektrolisis, dan Nano Disinfektan untuk menjaga air tambak tetap steril sepanjang siklus budidaya. Ketiga teknologi itu bekerja pada titik berbeda dalam proses budidaya udang, bukan sebagai satu perlakuan tunggal di awal siklus.
FisTx menyebut dirinya sebagai perusahaan dengan solusi akuakultur terlengkap dan nomor 1 asal Yogyakarta. FDS diposisikan sebagai jawaban atas ketergantungan petambak pada kaporit yang selama ini jadi andalan sterilisasi air.
Mengapa Kaporit Mulai Ditinggalkan Petambak
Kaporit dipakai luas karena murah dan cepat mensterilkan air. Residu kimia yang tertinggal di balik pemakaiannya berisiko mengganggu kualitas air dalam jangka panjang.
Aplikasi kaporit yang berulang setiap siklus budidaya menambah beban tersendiri. Beban itu muncul dari sisi biaya operasional maupun risiko kesehatan udang yang dipelihara.
Tiga Teknologi FDS dan Cara Kerjanya
FDS terdiri dari tiga komponen yang saling melengkapi. Baskara UV, Cakra Elektrolisis, dan Nano Disinfektan masing-masing menangani titik berbeda dalam siklus budidaya.
- Baskara UV — menangani sterilisasi air pada tahap tertentu siklus budidaya
- Cakra Elektrolisis — menghasilkan daya disinfeksi tanpa bahan kimia tambahan
- Nano Disinfektan — melengkapi proses sterilisasi di titik yang tidak terjangkau dua teknologi lain
Kombinasi ketiganya diklaim menjaga air tetap steril tanpa kaporit maupun bahan kimia berbahaya lainnya. Pendekatan bertitik ganda ini membedakan FDS dari metode sterilisasi tunggal yang biasa dipakai petambak.
FisTx Pamerkan FDS di FARM 2026 Jakarta
FARM 2026 diselenggarakan Minapoli di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada 29 September 2026. FisTx hadir di booth nomor 15C dan membuka akses langsung bagi pengunjung yang ingin melihat cara kerja FDS.
Ajang itu menjadi tempat FisTx memperkenalkan FDS ke pelaku industri budidaya udang yang selama ini bergantung pada kaporit. Pengunjung bisa menjumpai solusi tersebut langsung di lokasi pameran.
Dampak bagi Industri Budidaya Udang
Sterilisasi air tanpa residu kimia berpotensi mengurangi risiko kesehatan udang yang selama ini muncul dari aplikasi kaporit berulang. Beban biaya pembelian kaporit setiap siklus juga bisa ditekan jika FDS terbukti efektif di lapangan.
Industri budidaya udang Indonesia masih menghadapi persoalan kualitas air sebagai salah satu faktor penentu hasil panen. Alternatif sterilisasi yang lebih aman menjadi kebutuhan yang semakin mendesak bagi petambak.