Pencarian

Mae Green Mati di Ted Lasso Season 4, Annette Badland Buka Suara

Rabu, 30 September 2026 • 15:07:31 WIB
Mae Green Mati di Ted Lasso Season 4, Annette Badland Buka Suara
Karakter Mae Green tewas dalam episode 9 Ted Lasso Season 4 berjudul "Mae Rides The Bus".

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Karakter Mae Green tewas dalam episode 9 Ted Lasso Season 4 berjudul "Mae Rides The Bus" yang tayang di Apple TV. Pemilik pub Crown & Anchor itu meninggal saat mendukung Lady Greyhounds di laga tandang melawan Bristol City. Annette Badland, aktris yang memerankan Mae sejak season pertama, mengaku baru tahu soal kematian karakternya beberapa bulan sebelum syuting.

Kabar duka datang dari semesta Ted Lasso. Episode kesembilan season keempat, "Mae Rides The Bus", resmi mengucapkan selamat tinggal pada Mae Green, tokoh yang sudah ada sejak musim pertama. Karakter yang dikelola Annette Badland itu menghembuskan napas terakhir di tribun penonton, tepat saat mendukung Lady Greyhounds bertandang ke markas Bristol City.

Badland mengaku tidak tahu nasib karakternya saat menandatangani kontrak untuk season keempat. Informasi itu baru sampai kepadanya sekitar November, hanya berselang satu episode sebelum adegan kematian Mae diambil.

Kepergian Mae di Kursi Penonton

Dalam episode tersebut, Mae sebenarnya sempat ragu berangkat ke laga tandang karena perjalanan dua setengah jam terasa berat untuk seseorang dengan "level bumbu" seperti dirinya. Ted Lasso (Jason Sudeikis) dan Coach Beard (Brendan Hunt) kemudian mengundangnya naik bus tim bersama para pemain.

Alih-alih duduk di kotak VIP bersama Rebecca dan petinggi klub lain, Mae memilih tribun suporter. Pilihan itu dianggap Badland sebagai cerminan karakter Mae yang menolak berada dalam hierarki.

"Dia tidak akan duduk dan bersikap manis atau merasa bodoh hanya karena duduk bersama mereka. Dia pergi ke tempat orang-orang yang benar-benar mengumpulkan uang untuk datang, yang berdedikasi," kata Badland kepada Deadline.

Reaksi Annette Badland atas Kematian Karakternya

Badland mengaku kaget ketika pertama kali mendengar alur kematian Mae. Meski demikian, ia percaya penuh pada visi Sudeikis sebagai kreator acara.

"Saya terkejut, tapi saya sangat bangga berada di acara ini, dan saya mengagumi Jason. Saya pikir serial ini sukses karena orang mencium bahwa ini sangat tulus," ujarnya.

Ia menilai penonton bisa merasakan Ted Lasso tidak dibuat secara sinis. Menurut Badland, acara ini bukan sekadar produk hiburan, melainkan sesuatu yang ingin disampaikan Sudeikis tentang dunia dan manusia.

"Itulah yang terjadi. Kau terlibat dengan orang-orang, dan mereka menghilang. Mereka pergi, dan dia mencintai hidupnya. Dia memanfaatkan hidupnya sebaik mungkin dan benar-benar menikmatinya. Jadi dia pergi, menurut saya, dengan cara terbaik," tutur Badland.

Mae dan Dinamika Lady Greyhounds

Perpindahan fokus dari tim putra ke Lady Greyhounds di season keempat membawa energi baru bagi Badland. Ia menyebut para pemain perempuan di serial ini luar biasa, bersemangat, dan menyenangkan untuk diajak bekerja sama.

Badland mengaku senang bisa terlibat dalam adegan kuis pub yang menurutnya butuh dua hari syuting. Ia menyamakan energi para aktris muda itu seperti gelombang pasang yang datang menghantam.

"Saya mencintai Lionesses, jadi saya sangat senang ketika season keempat terjadi. Gadis-gadis itu luar biasa, bersemangat, dan mulia untuk diajak bergaul," katanya.

Baginya, Mae adalah sosok yang tidak bisa bermain sepak bola dan mungkin punya banyak hal buruk dalam hidupnya. Namun karakter itu terus melangkah, melawan rintangan, dan tidak pernah berhenti berjuang.

Tinggalkan Warisan di Richmond

Mae meninggalkan sejumlah saham besar di klub yang disebut Badland akan digunakan dengan cara cukup baik. Ia juga menyebut Mae meninggalkan instruksi khusus soal pemanfaatan saham tersebut, meski enggan membocorkan detailnya.

Sosok Mae digambarkan sebagai perempuan tua yang menolak menjadi tak terlihat. Badland menyebut dirinya sendiri kerap diabaikan orang karena usia, dan Mae adalah antitesis dari pengalaman itu.

"Sebagai perempuan yang lebih tua, kau memang menjadi tak terlihat. Mae tidak akan pernah membiarkan itu terjadi," ujarnya.

Kematian Mae menambah daftar perpisahan emosional menjelang akhir season keempat Ted Lasso. Episode terakhir dijadwalkan menutup perjalanan Richmond, dan warisan Mae di klub maupun pub Crown & Anchor diprediksi masih akan bergema di penutup cerita.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: deadline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks