Pencarian

Dermaga Taksi Laut Pantai Perancak Badung Dikaji, 14 Tahap Harus Dilalui

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 10:08:01 WIB
Dermaga Taksi Laut Pantai Perancak Badung Dikaji, 14 Tahap Harus Dilalui
Tim gabungan Pemkab Badung meninjau kawasan Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pembangunan dermaga taksi laut di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, masih harus melewati sekitar 14 kajian sebelum bisa difinalkan. Pemkab Badung menerjunkan tim gabungan mengecek lokasi karena rencana tapak dermaga berada di sekitar Pura Segara dan area tambatan perahu nelayan. Kajian mencakup dampak sosial budaya, lingkungan, lalu lintas, hingga penyiapan lokasi pengganti bagi nelayan yang terdampak.

Tim gabungan Pemkab Badung meninjau kawasan Pantai Perancak untuk memastikan rencana pembangunan dermaga taksi laut tidak mengganggu aktivitas umat Hindu dan nelayan setempat. Pengecekan menyusul undangan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Dari peninjauan lapangan, lokasi yang dibidik berada di sekitar Pura Segara dan area tambatan perahu yang selama ini dipakai nelayan. Proyek ini diperkirakan membutuhkan lahan lebih dari tiga hektare untuk fasilitas utama dan penunjang.

Pura Segara dan Air Suci Jadi Perhatian Utama

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, menegaskan keberadaan Pura Segara dan tempat pengambilan air suci bagi masyarakat harus dipastikan tidak terdampak.

"Rencana site dermaga ini berada di sekitar area pura sehingga kami harus memastikan keberadaan Pura Segara dan tempat pengambilan air suci bagi masyarakat tidak terdampak. Kami akan mengkaji lebih dalam agar kegiatan sosial budaya dan nelayan tetap berjalan," kata Agus saat peninjauan lapangan, Jumat (2/10/2026).

Status tanah di kawasan itu terbagi dua. Sisi selatan delta dan sungai tercatat sebagai tanah negara, sedangkan sisi utara sudah berstatus tanah milik.

Antisipasi bagi 50-80 Nelayan di Tambatan Eksisting

Tambatan perahu yang sudah ada saat ini dipakai sekitar 50 sampai 80 anggota nelayan. Jika proyek berdampak pada aktivitas mereka, Dinas Perikanan Badung akan memetakan potensi lokasi pengganti yang lebih representatif.

"Ya ada sekitar 50 sampai 80 anggota nelayan yang beraktivitas di tambatan perahu eksisting ini. Jika nanti terdampak, Dinas Perikanan akan berkomunikasi dan memetakan lokasi pengganti yang lebih representatif," ujar Agus.

Pemetaan itu dilakukan agar nelayan tetap punya akses melaut tanpa harus menempuh jarak yang memberatkan.

Jalur Akses dan 14 Kajian Lanjutan

Pilihan jalur masuk menuju dermaga masih dalam pembahasan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan melintasi aset desa adat dan berada dekat Pura Perancak, sehingga berpotensi memicu kemacetan di sekitar kawasan.

"Untuk akses masuk masih dalam tahap kajian karena ada opsi yang melintasi aset desa adat dan dekat Pura Perancak. Bahkan, dipaparkan oleh pihak Kemenko bahwa masih ada sekitar 14 kajian lagi yang harus dilakukan, termasuk kajian lingkungan dan lalu lintas, sebelum proyek ini difinalkan," kata Agus.

Sejumlah kajian lanjutan itu mencakup aspek lingkungan dan lalu lintas. Proyek taksi laut ini belum bisa difinalkan sebelum seluruh tahap kajian tuntas.

Yang Perlu Dipantau Warga dan Pelaku Wisata

Bagi warga Desa Tibubeneng dan pelaku wisata di Kuta Utara, perkembangan proyek ini layak dipantau karena menyangkut akses pesisir, ruang publik, dan aktivitas nelayan sehari-hari. Informasi terkini soal jadwal kajian dan keputusan akhir dapat dikonfirmasi ke Pemkab Badung atau Dinas Perikanan setempat.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks