Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melibatkan generasi muda dalam pengembangan batik daerah untuk menjaga keberlanjutan budaya membatik. Ketua Dekranasda Babel Noni Hidayat Arsani menyatakan keterlibatan anak muda menjadi unsur penting agar batik khas daerah tetap lestari mengikuti perkembangan zaman. Pelibatan ini sekaligus memanfaatkan momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.
PANGKALPINANG — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani menilai pelibatan generasi muda tidak sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga mendorong penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, batik merupakan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan lintas generasi.
Anak muda yang memiliki jiwa seni, kreativitas, dan inovasi dilibatkan dan dikolaborasikan dengan para perajin batik. Tujuannya agar pengembangan batik daerah semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya.
Kolaborasi Perajin dan Anak Muda untuk Perluas Desain
Noni menyebut gagasan dan ide baru dari generasi muda dapat memperluas pengembangan batik, baik dari sisi desain maupun pemanfaatannya. Kolaborasi ini dinilai menjadi jalan agar batik Babel tidak berhenti pada motif lama.
"Gagasan dan ide baru dari generasi muda ini dapat memperluas pengembangan batik, baik dari sisi desain maupun pemanfaatannya," ujarnya.
Dekranasda Babel juga membuka ruang bagi anak muda yang tertarik bergabung untuk ikut melestarikan, mengembangkan, dan memasarkan produk batik daerah. Ajakan itu disampaikan langsung oleh Ketua Dekranasda.
Hari Batik Nasional Jadi Momentum Perkenalkan Batik Khas Babel
Peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober dimanfaatkan Provinsi Kepulauan Babel untuk memperkenalkan batik khas daerah. Momentum ini sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku dan penggerak batik dari berbagai daerah.
"Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga keberlanjutan batik di daerah ini," kata Noni.
Ia menambahkan pelestarian batik di kalangan generasi muda tidak cukup dilakukan dengan menjaga warisan budaya. Penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari dinilai menjadi wujud nyata pelestarian.
"Pelestarian batik di kalangan generasi muda ini tidak cukup dilakukan dengan menjaga warisan budaya, tetapi juga harus diwujudkan melalui penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari, karena batik ini merupakan budaya bangsa dan harus dilestarikan," ujarnya.
Ajakan Bergabung dengan Dekranasda Babel
Noni mengimbau generasi muda Bangka Belitung yang memiliki jiwa seni, ide, inovasi, atau ketertarikan pada batik untuk bergabung dengan Dekranasda Babel. Keterlibatan itu diharapkan memperkuat ekosistem perajin dan pemasaran batik daerah.
"Mari kita kembangkan batik ini bersama-sama, agar batik ini selalu lestari mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah ini," katanya.