Pencarian

Pemkab Bangka Barat Perkuat BUMDesa Lewat Sekolah Ubok Sekicing, Bidik Peran Kendalikan Inflasi

Minggu, 04 Oktober 2026 • 05:22:02 WIB
Pemkab Bangka Barat Perkuat BUMDesa Lewat Sekolah Ubok Sekicing, Bidik Peran Kendalikan Inflasi
Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangka Barat Bambang Haryo Suseno menyampaikan penguatan BUMDesa dalam Program Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus pengendali inflasi daerah. Penguatan dilakukan lewat Program Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing yang menyasar kepala desa dan direktur BUMDesa. Pemkab menargetkan BUMDesa naik kelas dari sekadar unit usaha menjadi lembaga strategis pembangunan desa.

MENTOK — Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat Bambang Haryo Suseno menyatakan penguatan BUMDesa menjadi prioritas agar badan usaha desa tidak lagi berorientasi tunggal pada keuntungan unit usaha. Pemkab melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menjalankan penguatan itu secara berkala lewat Program Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing.

Melalui program tersebut, Pemkab menggelar kegiatan pengembangan kapasitas bisnis yang melibatkan kepala desa dan direktur BUMDesa. Tujuannya menyelaraskan kebijakan ekonomi dan pembangunan daerah dengan arah pengembangan badan usaha desa.

Dari Pengelola Unit Usaha Menjadi Lembaga Strategis

Bambang menyebut paradigma pengelolaan BUMDesa perlu terus dikembangkan. BUMDesa tidak cukup dipandang sebagai badan usaha yang mengejar keuntungan, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah.

"Kita terus melakukan penguatan agar BUMDesa siap naik kelas, dari yang sebelumnya hanya berorientasi pada pengelolaan unit usaha dan keuntungan, menjadi lembaga yang mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, penguatan ekonomi lokal, pengendalian inflasi, sekaligus membangun ketahanan pangan desa," kata Bambang di Mentok.

Ia menambahkan BUMDesa berada di posisi strategis karena dekat dengan masyarakat. Posisi itu memungkinkan BUMDesa mengonsolidasikan berbagai potensi ekonomi yang ada di desa.

Peran BUMDesa sebagai Agregator Ekonomi Desa

Dalam skema yang diinginkan Pemkab, BUMDesa berperan sebagai penghubung antara produsen desa, masyarakat sebagai konsumen, pasar, dan pemerintah daerah. Peran itu mencakup pengumpulan hasil produksi masyarakat, penyimpanan, pengolahan, distribusi, perdagangan, hingga pengembangan akses pasar.

Pola tersebut dinilai mampu menjadikan BUMDesa sebagai agregator ekonomi desa. Potensi produksi masyarakat dapat dihimpun sehingga memiliki skala ekonomi lebih kuat, sekaligus memperpendek rantai distribusi.

"Pendekatan ini menjadi penting karena penguatan ekonomi desa tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, BUMDesa perlu membangun jejaring dan kerja sama dengan pelaku UMKM, petani, peternak, nelayan, pelaku perdagangan, pemerintah desa maupun pihak lainnya," ujarnya.

Menyelaraskan Potensi Desa dengan Kebijakan Daerah

Menurut Bambang, menyamakan persepsi dan menyelaraskan arah pengembangan BUMDesa dengan kebijakan ekonomi daerah penting dilakukan. Langkah itu agar sumber daya alam, sumber daya manusia, potensi usaha, serta jaringan produksi dan konsumsi di desa dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab berharap penguatan lewat Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing mendorong badan usaha desa mengambil peran sebagai penggerak ekonomi lokal dan pilar ketahanan pangan desa.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks