Pencarian

Kekeringan di Bangka Selatan Lumpuhkan 1.673,14 Hektare Sawah, Baru 150 Hektare Bisa Digarap

Rabu, 07 Oktober 2026 • 07:33:31 WIB
Kekeringan di Bangka Selatan Lumpuhkan 1.673,14 Hektare Sawah, Baru 150 Hektare Bisa Digarap
Sawah di Bangka Selatan yang menganggur akibat krisis air saat kemarau panjang.

BANGKA SELATAN — Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan 1.673,14 hektare lahan persawahan belum bisa digarap akibat krisis air. Angka itu terhitung dari luas sawah yang seharusnya masuk masa olah tanah, tetapi tidak kunjung mendapat pasokan air sejak kemarau panjang melanda wilayah pesisir Bangka Belitung.

Dari keseluruhan area terdampak, baru sekitar 150 hektare yang berhasil diolah. Sisanya masih menunggu hujan atau intervensi teknologi pompa air yang jumlahnya belum mencukupi kebutuhan petani.

Dampak Langsung dan Tidak Langsung yang Dibedakan Dinas

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Selatan, Luhung Amin Firdaus, mengelompokkan dampak kemarau ke dalam dua kategori. Kategori pertama adalah dampak langsung berupa gagal panen atau puso pada ratusan hektare tanaman padi yang sudah telanjur ditanam.

Kategori kedua adalah dampak tidak langsung, yakni lahan yang seharusnya siap digarap untuk musim tanam berikutnya justru menganggur karena tidak ada air sama sekali. Kondisi ini membuat petani kehilangan dua siklus sekaligus: panen yang gagal dan tanam yang tertunda.

Pompanisasi Jadi Andalan, tapi Jangkauannya Terbatas

Sistem pompanisasi menjadi satu-satunya solusi yang berjalan sejauh ini. Bantuan pompa air memungkinkan sebagian petani mengairi sawah dari sumber air terdekat, meski kapasitasnya hanya mampu menjangkau sekitar 150 hektare dari total 1.673,14 hektare yang terdampak.

Artinya, masih ada lebih dari 1.500 hektare sawah yang belum tersentuh penanganan. Petani di sejumlah kecamatan terpaksa menunda olah tanah dan menunggu turunnya hujan, sementara waktu tanam terus bergeser dari jadwal normal.

Ancaman bagi Ketahanan Pangan Daerah

Luas sawah yang menganggur berpotensi menekan produksi padi Bangka Selatan pada musim berikutnya. Jika kemarau berlanjut tanpa hujan signifikan, target tanam yang sudah disusun dinas pertanian berisiko tidak tercapai.

Bangka Selatan selama ini mengandalkan pasokan beras dari sejumlah sentra persawahan di kecamatan pedalaman. Ketergantungan pada sistem irigasi sederhana dan tadah hujan membuat wilayah ini rentan setiap kali musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan belum menyebut rencana penambahan unit pompa atau bantuan benih pengganti bagi petani yang gagal panen. Petani di lapangan berharap ada solusi cepat sebelum jendela musim tanam berikutnya tertutup sepenuhnya.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: timelines.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks