Pencarian

Dinkes Bangka Tengah Petakan Wilayah Rawan Stunting, Lubuk Besar Temuan Pra-Stunting Terbanyak

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:02:02 WIB
Dinkes Bangka Tengah Petakan Wilayah Rawan Stunting, Lubuk Besar Temuan Pra-Stunting Terbanyak
Dinkes Bangka Tengah memetakan wilayah rawan stunting untuk memastikan intervensi tepat sasaran.

KOBA — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah Zaitun menyatakan pemetaan dilakukan agar intervensi terhadap balita berisiko gangguan pertumbuhan tidak salah sasaran. Data lapangan jadi rujukan utama sebelum pemerintah daerah menentukan langkah penanganan.

Hasil pemetaan menunjukkan Kecamatan Lubuk Besar mencatat temuan kasus pra-stunting terbanyak di daerah itu.

"Untuk kasus stunting ataupun pra-stunting kita, yang paling banyak datanya di Kecamatan Lubuk Besar," kata Zaitun di Koba.

Lubuk Besar Terbanyak, Koba dan Pangkalanbaru Menyusul

Data hasil audit kasus stunting memperkuat temuan tersebut. Kecamatan Lubuk Besar memiliki tujuh kasus yang diaudit, disusul Koba enam kasus, Pangkalanbaru dan Namang masing-masing lima kasus, Simpangkatis empat kasus, serta Sungaiselan tiga kasus.

Sebaran angka itu menjadi pijakan Dinkes Bangka Tengah untuk menentukan wilayah prioritas penanganan. Balita yang masuk kategori berisiko jadi sasaran utama pemantauan.

Posyandu Jadi Ujung Tombak Pemantauan Balita

Pemantauan rutin pertumbuhan dan perkembangan balita dilakukan melalui aktivitas posyandu. Zaitun menyebut posyandu sebagai salah satu bentuk intervensi dalam pencegahan dan penanganan stunting.

"Posyandu ini merupakan salah satu bentuk intervensi dalam pencegahan dan penanganan stunting," ujarnya.

Keluarga yang memiliki balita diutamakan untuk rutin membawa anak ke posyandu. Tujuannya agar balita memperoleh pelayanan kesehatan sekaligus pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

Semua OPD Dilibatkan dampingi Posyandu

Penanganan stunting di Bangka Tengah tidak berjalan sendiri di dinas kesehatan. Zaitun menegaskan dibutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

Setiap OPD telah memiliki jadwal untuk mendampingi posyandu. Keterlibatan OPD diarahkan untuk menggerakkan masyarakat agar datang ke posyandu.

"Semua OPD terlibat dalam Posyandu dengan mekanisme yaitu beberapa OPD menangani beberapa Posyandu," katanya.

Dengan pembagian wilayah itu, Dinkes Bangka Tengah berharap pemantauan balita berisiko di kecamatan dengan temuan terbanyak, terutama Lubuk Besar, bisa berjalan lebih rapat.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks