Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani menggencarkan Program Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mengajar di SMAN 1 Pangkalpinang guna meningkatkan minat baca siswa. Kegiatan yang digelar Jumat itu menyasar pelajar dari berbagai tingkatan, mulai PAUD hingga SMA/SMK. Noni menilai peningkatan minat baca anak menjadi pekerjaan rumah bersama, baik guru maupun orang tua.
PANGKALPINANG — Noni Hidayat Arsani yang juga Penasihat DWP Kepulauan Babel menekankan bahwa kebiasaan membaca tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi membantu siswa memahami informasi dengan lebih baik. Ia mengapresiasi fasilitas perpustakaan SMAN 1 Pangkalpinang yang dinilainya sudah bagus.
"Soal bagaimana mendorong anak-anak kita agar minat bacanya meningkat, itu merupakan pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi kita semua, termasuk para guru maupun orang tua. Tadi saya lihat, perpustakaan sekolah ini sangat bagus," ujarnya.
Mengapa Minat Baca Jadi Pekerjaan Rumah Bersama
Menurut Noni, kemampuan membaca yang rendah berdampak langsung pada cara seseorang menyerap informasi sehari-hari. Ia mencontohkan kesalahan membaca pesan singkat yang bisa memicu kesalahpahaman.
"Yang pasti, dengan rajin membaca, kita bisa berinovasi. Salah baca WhatsApp saja, bisa bikin salah persepsi, apalagi kalau tidak punya minat untuk membaca. Jadi, mari dorong anak-anak kita untuk terus meningkatkan minat bacanya," katanya.
Ia berharap program DWP Mengajar berjalan berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak di Bangka Belitung.
"Saya senang sekali di DWP ini ada program mengajar yang tentunya menyentuh langsung ke masyarakat, khususnya ke anak-anak Bangka Belitung," ujarnya.
DWP Mengajar Menyasar PAUD hingga Perguruan Tinggi
Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sri Hidayati Fery Afriyanto menjelaskan DWP Mengajar merupakan kegiatan sosial edukatif yang melibatkan anggota DWP dalam peningkatan kualitas pendidikan dan literasi.
"DWP Mengajar ini merupakan program DWP Pusat yang menyasar siswa di sekolah-sekolah dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, bahkan perguruan tinggi atau bisa juga masyarakat," katanya.
Program tersebut, lanjut Sri, menjadi bentuk pengabdian DWP melalui kegiatan mengajar, berbagi pengetahuan, pendampingan, serta penguatan karakter peserta didik. Cakupannya tidak terbatas pada materi pelajaran, tetapi dapat diarahkan pada literasi, pendidikan karakter, kreativitas, keterampilan, dan motivasi belajar.
"Untuk di Bangka Belitung ini, program DWP Mengajar telah dilakukan di sejumlah PAUD dan hari ini kita laksanakan di SMAN 1 Pangkalpinang. Terkait konsep, hari ini sifatnya kami dan para kader DWP akan berbagi motivasi ke para siswa," katanya.
Dampak yang Diharapkan bagi Siswa Bangka Belitung
Noni menilai keterlibatan langsung anggota DWP ke sekolah memberi nilai tambah tersendiri bagi siswa. Selain materi literasi, kehadiran para kader diharapkan memacu semangat belajar pelajar di daerah itu.
Program ini menyasar siswa dari berbagai jenjang, sehingga penguatan minat baca tidak hanya berhenti di satu sekolah. DWP Kepulauan Babel menargetkan kegiatan serupa berlanjut ke sejumlah sekolah lain di wilayah tersebut.