BANGKA SELATAN — Kobaran api yang berawal dari lahan gambut seluas 8,3 hektare merambat ke permukiman warga di Desa Jelutung II. Petugas baru berhasil memadamkan api pada Minggu (11/11) pukul 00.30 WIB, atau sekitar tujuh jam setelah kebakaran pertama kali dilaporkan.
Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso menyatakan personel Brimob tidak hanya membantu pemadaman, tetapi juga menyiapkan logistik bagi warga yang terdampak.
"Selain membantu proses penanganan kebakaran, personel Brimob juga mendirikan dapur lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah," kata Agus kepada detikSumbagsel, Minggu.
Ratusan Rumah Permanen dan Semi Permanen Ludes
Dari pendataan sementara, 305 unit rumah yang terbakar terdiri dari bangunan permanen dan semi permanen. Sebanyak 50 gedung walet milik warga turut dilalap api.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Untuk korban jiwa sementara masih nihil atau belum ada laporan," ujar Agus.
Warga yang kehilangan tempat tinggal menempati dua titik pengungsian, yakni SDN 07 Simpang Rimba dan Masjid Al Muhajirin Desa setempat. Sebagian lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat.
"Iya, jumlah warga yang terdampak kurang lebih 500 orang. Warga masyarakat berada di 2 lokasi pengungsian sebagian ke rumah keluarganya," sambungnya.
Tim Kesehatan dan Trauma Healing Diterjunkan
Polda Babel mengerahkan Tim Kesehatan dari Dokkes serta Tim Trauma Healing dari Biro SDM dan Dit Binmas. Kedua tim bertugas mendampingi warga di lokasi pengungsian, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
"Termasuk ada juga tim kesehatan, tim trauma healing diterjunkan ke sini. Tentunya ini merupakan wujud kehadiran Polri dan kita pastikan untuk berikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," sebutnya.
Langkah cepat personel di lapangan disebut Agus sebagai bagian dari arahan Kapolda Babel. "Sesuai arahan Bapak Kapolda, polisi harus hadir dan bersama masyarakat terutama saat-saat seperti ini. Kita harapkan ini bisa membantu meringankan beban saudara kita yang disana yang terdampak musibah," terangnya.
Penyebab Kebakaran Masih Didalami
Polisi belum menyimpulkan sumber api yang membakar lahan gambut di Simpang Rimba. Tim akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebabnya.
"Penyebab kebakaran masih didalami. Tim akan melakukan olah TKP," kata Agus.
Lahan gambut di Kabupaten Bangka Selatan dikenal mudah terbakar pada musim kemarau. Api di lapisan bawah permukaan kerap sulit dideteksi sehingga baru terlihat setelah membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Polda Babel memastikan pendampingan bagi warga terdampak berlanjut selama masa tanggap darurat. Pendataan kerugian material masih berjalan seiring proses penyelidikan penyebab kebakaran.