BELAWAN — Peningkatan kinerja PMT Branch Belawan sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tidak lepas dari naiknya kegiatan bongkar muat sejumlah komoditas utama. General cargo dan bag cargo menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan capaian 475.346 ton/m³.
Angka itu melampaui realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 390.907 ton/m³. Lonjakan 22% tersebut antara lain didorong meningkatnya kegiatan bongkar pupuk dalam kemasan (in bag) dan semen dalam kemasan (in bag).
Arus Curah Kering Naik 15% dari Tahun Lalu
Dari sisi curah kering, arus barang hingga Agustus 2026 mencapai 4,12 juta ton. Realisasi itu tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 3,6 juta ton.
Pertumbuhan curah kering ditopang meningkatnya aktivitas bongkar muat komoditas bungkil dan cangkang. Kedua komoditas tersebut berperan mendukung kebutuhan industri dan perdagangan di wilayah operasional PMT Branch Belawan.
Pupuk dan Semen Kemasan Jadi Penopang General Cargo
Kenaikan bongkar pupuk dan semen dalam kemasan menjadi salah satu faktor utama di balik pertumbuhan general cargo dan bag cargo. Kedua komoditas itu tercatat paling aktif bergerak di dermaga sepanjang periode Januari–Agustus 2026.
Aktivitas bongkar muat yang lebih ramai turut mencerminkan geliat distribusi barang kebutuhan industri di kawasan tersebut. PMT Branch Belawan melayani arus barang di wilayah operasionalnya dengan tiga jenis layanan utama: general cargo, bag cargo, dan curah kering.
Dua Komoditas Curah Kering Pendorong Utama
Bungkil dan cangkang menjadi komoditas yang paling banyak dibongkar muat di segmen curah kering. Keduanya terkait langsung dengan kebutuhan bahan baku industri dan aktivitas perdagangan antarwilayah.
Peningkatan volume curah kering sebesar 15% menunjukkan permintaan yang tetap terjaga sepanjang tahun berjalan. Angka 4,12 juta ton yang tercatat hingga Agustus 2026 menempatkan segmen ini sebagai kontributor terbesar dari sisi volume arus barang.