Gaya Traveling Berubah Gara-gara Pandemi, Enjoy Pilih Road Trip

Travel31 Dilihat

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia benar-benar banyak mengubah kebiasaan banyak orang, termasuk para traveler. Gaya mereka dalam melakukan perjalanan sedikit-banyak berubah demi kenyamanan dan keamanan.

Salah satu traveler yang berubah kebiasaan traveling-nya adalah Rijal Fahmi Mohamadi, seorang travel blogger yang dikenal di media sosial dengan @catperku.

Fahmi mengaku sejak pandemi, dia lebih senang road trip untuk melakukan traveling. Alasannya, dia enggan direpotkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi jika memilih perjalanan naik pesawat, kereta api, bus, atau kapal laut.

Selama pandemi, masyarakat wajib memenuhi persyaratan seperti tes Covid-19 dan bukti vaksin sebelum melakukan perjalanan dengan transportasi publik jalur darat, laut, maupun udara.

“Sejak pandemi, traveling style-nya berubah, lebih sering bawa kendaraan sendiri. Kalau naik motor biasanya sendiri, kalau bawa mobil bareng keluarga,” ucap Fahmi kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Fahmi, dengan road trip bisa sekalian mampir untuk camping di spot-spot bagus dan menarik. Dia mengungkapkan, mobil Opel Blazer miliknya sudah dimodifikasi sehingga fungsinya mendekati seperti camper van.

“Punya camper van ala-ala sih, ada TV, bagian kursi belakang direbahin, diisi kasur buat tidur, di atas ada roofbox-nya buat bawa barang. Kadang juga bawa sepeda,” katanya.

Beberapa destinasi menarik pernah dia sambangi saat road trip bersama keluarganya seperti Lombok dan daerah Amed, Karangasem, Bali. Ketika sampai di daerah tujuan, dia dan keluarga bisa menghabiskan waktu seminggu untuk berkeliling.

“Waktu pandemi itu kan syarat beli tiket harus segala macam, ribet banget. Gara-gara itu style-nya jadi berubah. Sampai sekarang terbawa dan ternyata enjoy di situ,” ujarnya.

Dia merasa dengan road trip, perjalanan lebih santai, karena kalau lelah atau ke ketemu tempat-tempat bagus, bisa berhenti. Saat road trip ke Lombok, total satu bulan dia jalani bersama anak dan istrinya.

“Tapi, kita di jalan sebulan, mampir-mampir begitu, sempat camping di Bromo juga. Terus pas ke arah Lumajang ternyata ada longsor, jadi kita mau enggak mau turun melewati lautan pasir pakai mobil,” katanya mengisahkan.

Fahmi juga punya semacam ritme saat melakukan road trip yakni menyetir mobil paling lama tiga jam lalu beristirahat sekitar setengah jam sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Untuk road trip juga dia memberi spare waktu lebih longgar dan banyak berhenti untuk istirahat, karena membawa anaknya.

[CNN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *