Mengenal Polling Twitter yang Dibanggakan Tifatul, Ilmiahkah?

Berita26 Dilihat

Polling atau jajak pendapat di Twitter dinilai tak berdasar ilmu statistik lantaran tak bisa memetakan keabsahan akun, cara pengambilan sampel, hingga sebaran populasi.

Sebelumnya, Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menggadang-gadang hasil polling capres 2024 di platform milik Elon Musk tersebut.

“Hasil akhir polling twitter independent:

1. Ganjar Pranowo 9%2. Prabowo Subianto 8%3. Anies Baswedan 82%4. Airlangga Hartarto 1%.”

[Gambas:Twitter]

Hasil itu memantik reaksi dari berbagai netizen. Bukan cuma karena soal jagoannya menang atau kalah. Beberapa pihak menyinggung soal kredibilitas polling tersebut.

Pasalnya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut sempat membanding-bandingkan dengan hasil lembaga survei resmi yang jauh beda dengan hasil polling pribadinya.

Akun @arkaatmaja7, contohnya, mempertanyakan salah satu faktor penting jajak pendapat dalam ilmu statistik, yakni sampel.

“Apakah follower bapak bisa dijadikan sampel yang mewakili demografi penduduk Indonesia sebagai populasi sehingga hasil poling bapak bisa dianggap mewakili pilihan publik? Nggak bisa bapak….poling dari follower bapak itu tidak akan bisa dijadikan kajian yg ilmiah…”

Tifatul pun ‘ngegas’ sambil menyatakan “Anda gak ngerti polling, nggak faham statistik. Jadi asbun kesannya mas.”

Ia pun mengklaim polling di Twitter menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak dan tak direkayasa.

“Bisa saja ada kekurang akuratan mas, seperti halnya survey2 juga, makanya ditentukan margin error dsb. Karakteristik polling jelas beda dengan survey, misalnya distribusi, sampling dan konklusinya. Dan lebih lagi polling via fasilitas twitter dg sampling acak dsb. Tapi bukan rekayasa,” tutur Tifatul.

[Gambas:Twitter]

Penjelasan Twitter

Fitur polling ini sendiri sudah ada sejak lama di Twitter. Popularitasnya kian menanjak usai akuisisi perusahaan oleh miliarder Elon Musk.

Ia beberapa kali menggelar polling, termasuk dalam hal nasib dirinya sendiri di kursi CEO hingga soal pengaktifan kembali akun mantan Presiden Donald Trump.

“Jajak Pendapat (polling) Twitter memungkinkan Anda mempertimbangkan pertanyaan yang diajukan oleh orang lain di Twitter. Anda juga dapat dengan mudah membuat jajak pendapat sendiri dan melihat hasilnya secara instan,” menurut keterangan perusahaan.

Bagaimana cara membuat polling? Twitter menjelaskan tahapan lengkapnya berikut:

1. Klik kotak buat Tweet di bagian atas timeline Beranda Anda, atau klik tombol Tweet di bilah navigasi sebelah kiri.

2. Klik ikon Tambahkan polling.

3. Ketik pertanyaan jajak pendapat Anda ke dalam kotak penulisan utama. Anda dapat menggunakan hingga jumlah karakter maksimal dalam pertanyaan polling Anda. Mesti ada teks yang disertakan di Tweet untuk menggelar polling.

4. Masukkan opsi polling pertama Anda ke dalam kotak Pilihan 1, dan opsi polling kedua Anda ke dalam kotak Pilihan 2. Anda dapat menggunakan hingga 25 karakter untuk setiap opsi.

5. Klik + Tambahkan pilihan untuk menambahkan opsi tambahan ke jajak pendapat Anda. Jajak pendapat Anda dapat memiliki hingga empat opsi.

6. Durasi polling Anda default ke 1 hari. Anda dapat mengubah durasi polling Anda dengan mengklik 1 hari dan menyesuaikan hari, jam, dan menit. Jumlah minimal waktu polling adalah 5 menit, dan maksimlanya 7 hari.

7. Klik Tweet untuk mengirim polling.

Twitter pun menjelasakan cara untuk ikut memilih dalam polling. 

Pertama, saat Anda melihat polling di Tweet, cukup klik atau ketuk opsi pilihan Anda. Hasilnya langsung ditampilkan setelah Anda memilih. Suara Anda ditandai dengan tanda centang di sebelah pilihan.

Kedua, Anda cuma bisa memilih sekali. Jumlah suara total saat ini dan jumlah waktu yang tersisa dalam jajak pendapat ditampilkan di bawah pilihan jajak pendapat.

Hasil akhirnya akan didapat 5 menit hingga 7 hari setelah diposting, tergantung pada durasi yang ditetapkan oleh orang yang menggelar polling.

Pilihan pemenang ditampilkan dalam huruf tebal. Jika Anda memilih dalam jajak pendapat, Anda mungkin menerima push notication yang memberi tahu Anda tentang hasil akhir.

Dari paparan proses polling tersebut, nihil penggunaan variabel-variabel penting metode penelitian secara statistik.

Dikutip dari Slate, polling ala Elon Musk “itu bodoh.” Pasalnya, tidak ada yang tahu berapa banyak dari suara yang berasal dari akun yang sah, siapa yang benar-benar memberikan suara dalam polling itu, atau seperti apa proses pembuatan polling-nya.

Teknik pengambilan sampel di halaman berikutnya…

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *