Menko PMK Sebut Satgas Covid-19 dan KPCPEN Otomatis Bubar Usai Status Pandemi Dicabut

Nasional12 Views

JAKARTA, – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 otomatis bubar setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

“Sudah otomatis bubar. Sejak di-declare Pak Presiden semuanya bubar,” ujar Muhadjir saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2023).

Muhadjir menambahkan, tidak hanya Satgas Covid-19 yang dibubarkan, tetapi juga terkait penganggaran dalam program penanganan Covid-19.

Selain Satgas Covid-19, Muhadjir juga menyebut Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) juga ikut dibubarkan.

Satuan tugas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto itu juga dibubarkan berbarengan dengan pencabutan status pandemi.

“Sekarang KPCPEN juga dinyatakan bubar,” imbuh dia.

Selain hal-hal yang berkaitan dengan satgas, Muhadjir juga menyebut kebiasaan work from home (WFH) yang dilakukan selama status pandemi juga sudah ditiadakan.

“Iya sudah enggak ada lah WFH,” ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan mencabut status pandemi dan masuk ke status endemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo mengumumkan pencabutan status pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pengumuman itu disampaikan Presiden dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube resmi Sekretariat Presiden pada Rabu (21/6/2023).

“Bapak, Ibu, saudara-saudara, setelah tiga tahun lebih kita berjuang bersama menghadapi pandemi Covid-19, sejak hari ini Rabu 21 Juni 2023, pemerintah memutuskan untuk mencabut status pandemi dan kita mulai memasuki masa endemi,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan, pemerintah mempertimbangkan sejumlah hal sebelum resmi melakukan pencabutan.

Pertimbangan itu antara lain angka konfirmasi harian kasus Covid-19 mendekati nihil, hasil sero survei menunjukkan 99 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19.

Kemudian, WHO juga telah mencabut status public health emergency of international concern. Meski begitu, Kepala Negara meminta masyarakat tetap berhati-hati.

“Walaupun demikian, saya meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati serta terus menjalankan perilaku hidup sehat dan bersih,” tegas Jokowi.

“Tentunya dengan keputusan ini pemerintah berharap perekonomian nasional akan bergerak semakin baik dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” tambahnya.

[KOMPAS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *