Perkuat Postur TNI AL, Indonesia Mulai Bangun Kapal Fregat Merah Putih yang Pertama

Nasional22 Dilihat

JAKARTA, – Indonesia mulai membangun kapal fregat Merah Putih yang pertama untuk memperkuat postur kekuatan TNI Angkatan Laut (AL).

PT PAL Indonesia ditugasi merancang kapal itu dan bekerja sama dengan pabrikan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) asal Inggris.

Proyek pembangunan konstruksi kapal ditandai dengan keel laying atau peletakan lunas kapal di pabrikan PT PAL, Surabaya, pada Jumat (25/8/2023).

Seremoni itu dipimpin oleh Sekretaris Badan Sarana Pertahanan (Sesbaranahan) Kementerian Pertahanan RI Brigjen Heru Sudarminto, didampingi Wakil Asisten Logistik (Waaslog) KSAL Laksamana Pertama Maman Rohman.

“Pembangunan kapal fregat di PT PAL ini merupakan salah satu bentuk pembinaan industri pertahanan dalam negeri, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian membangun KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) sejenis pada masa mendatang,” kata Heru melalui siaran pers PT PAL, Senin (4/9/2023).

Chief Operating Officer (COO) PT PAL Indonesia Iqbal Fikri berharap, pembangunan kapal ini dapat meminimalisir ketergantungan impor alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“(Pembangunan ini) sebagai langkah nyata dalam upaya mewujudkan peningkatan penguasaan teknologi pertahanan, kemandirian industri pertahanan, sehingga dapat meminimalisir ketergantungan impor alutsista,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, kapal fregat Merah Putih diharapkan memperkuat postur TNI AL.

“Dengan hadirnya kapal fregat buatan dalam negeri atau disebut juga dengan fregat Merah Putih ini, nantinya diharapkan dapat memperkuat postur dan kekuatan armada TNI AL,” tutur Iqbal.

Adapun PT PAL dipercaya untuk membangun dua unit kapal fregat Merah Putih.

Lloyd’s Register (LR) Class selaku lembaga klasifikasi internasional telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk memproduksi sesuai desain yang diajukan oleh PT PAL.

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, kapal fregat Merah Putih itu diproyeksikan akan memperkuat TNI AL pada 2025 atau 2026.

“Nanti jadinya 2025, kalau enggak 2026, karena bangun fregat ini kan butuh 4-5 tahun,” ujar Yudo usai acara kegiatan layanan zakat Baznas bersama TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 5 April 2023.

“Fregat panjangnya 140 meter ini nanti. Kalau fregat kita yang sekarang 105 meter, nah ini 140 meter, sehingga butuh waktu yang agak lama,” kata Yudo.

Pengerjaan kapal tersebut dilakukan setelah PT PAL Indonesia dengan menandatangani licence agreement dengan Babcock sebagai penyedia desain kapal.

[KOMPAS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *