Pertamina Perkuat Transisi Energi untuk Ketahanan Energi Nasional

Berita12 Views

PT Pertamina (Persero), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi, semakin mengintensifkan program transisi energi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai ketahanan energi nasional dan memastikan aksesibilitas, keterjangkauan, akseptabilitas, serta keberlanjutan energi di tanah air.

Dalam acara Leadership Dialogue Energi Asia yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengungkapkan komitmen perusahaan untuk menjaga ketahanan energi dan memastikan keterjangkauan melalui strategi yang mencakup pengembangan bisnis minyak dan gas, serta eksplorasi potensi energi baru terbarukan.

Saat ini, dia menyebutkan, Pertamina telah mengambil langkah Dekarbonisasi dalam operasionalnya untuk mengurangi emisi karbon.

“Hal ini untuk memastikan bahwa dalam jangka pendek, transisi energi tidak akan mengganggu ketahanan energi. Namun di sisi lain, kita masih bisa mencapai target pengurangan emisi karbon,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/6).

Di samping itu, Nicke menambahkan, Pertamina juga tengah membangun dan memperkuat infrastruktur gas di seluruh rantai nilai, mulai dari hulu hingga hilir, sesuai dengan target pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan porsi gas dalam bauran energi secara bertahap.

Dengan wilayah operasi yang mencakup 17.000 pulau, pengembangan infrastruktur gas diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas energi bagi seluruh penduduk Indonesia.

“Oleh karena itu, percepatan transisi energi di Indonesia bukan hanya upaya untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga untuk mewujudkan ketahanan energi,” sebut dia.

Di era transisi energi, Nicke menuturkan, negara-negara di Asia Selatan, termasuk Indonesia, memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem bisnis rendah karbon berkat sumber daya alamnya yang melimpah.

Untuk mewujudkannya, Pertamina telah mengalokasikan 15 persen dari total capital expenditure (Capex) untuk pengembangan portofolio bisnis rendah karbon/hijau, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata perusahaan energi lainnya.

Dia pun menyebutkan beberapa inisiatif yang telah dan akan terus dilaksanakan oleh Pertamina antara lain adalah dekarbonisasi dan efisiensi energi, implementasi teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) yang pertama kali dilakukan di Lapangan Pertamina EP Jatibarang.

Ada juga inisiatif pengembangan Kilang Hijau, pengembangan energi geothermal yang saat ini telah mencapai kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW, serta produksi biodiesel. Selain itu, Pertamina juga melibatkan masyarakat dalam upaya transisi energi dengan mengembangkan Desa Mandiri Energi di 47 desa di Indonesia.

“Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, kami membuka diri untuk kolaborasi global bersama seluruh peneliti, penemu dan para ahli dari universitas dan akademisi, perusahaan, kementerian hingga masyarakat melalui UMKM,” tandas Nicke.

Pertamina berharap kerja sama tersebut akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Dengan meningkatnya permintaan terhadap produk budaya lokal, UMKM diharapkan akan mengalami peningkatan penjualan dan pendapatan.

Terlebih, kolaborasi ini akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan sektor pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG). Seluruh upaya ini sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Dengan langkah-langkah progresif yang diambil oleh Pertamina, diharapkan transisi energi di Indonesia dapat berjalan dengan sukses, menjaga keberlanjutan sumber daya energi, dan mewujudkan ketahanan energi nasional yang lebih baik untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

[CNN]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *