Rahasia ChatGPT Bisa Beradaptasi di Berbagai Negara Terungkap

Berita22 Dilihat

CEO OpenAI Sam Altman mengungkap cara ChatGPT bisa tetap beradaptasi dengan aturan, etika, serta nilai di berbagai negara.

“Seperti yang saya sebutkan. Saya kira mengumpulkan nilai etik dari seluruh dunia dalam membangun sistem yang bisa menghormati dan dikustomisasi adalah sangat penting,” kata dia, di Jakarta dalam acara ‘Conversation with Sam Altman, Rabu (14/6).

Pernyataan itu diungkapkan Altman saat mendapat pertanyaan terkait langkah OpenAI memastikan perkembangan AI selaras dengan nilai etik dan keamanan di dunia, terutama di Indonesia.

Altman mengatakan, OpenAI mengumpulkan nilai-nilai etik itu dari umpan balik (feedback) para penggunanya.

“Kami sekarang punya banyak pengguna jadi kami bisa mengumpulkan banyak umpan balik,” kata dia.

Lebih lanjut, Altman mengakui setiap negara memiliki nilai atau peraturan berbeda. Altman mencontohkan peraturan soal kebebasan berbicara di Amerika Serikat yang tentu berbeda dengan negara lain.

Oleh karenanya, Altman mengungkapkan OpenAI memiliki sistem baru yang mampu belajar dari bahasa alami. Menurut dia, sistem itu berbeda dari sistem atau teknologi yang pernah ada sebelumnya.

Altman mengatakan, sistem itu memiliki batasan terkait apa yang bisa dilakukan dan tidak.

“Jadi saya bisa membayangkan kami punya tingkatan global lapisan sehingga kita bisa mengatakan, ‘oke inilah batasan yang tidak bisa dilakukan oleh sistem. Bukan hanya karena ini tidak aman, tetapi sangat tidak aman sehingga itu akan berdampak kepada kita semua ,” katanya.

“Contohnya, Anda tidak bisa menggunakan sistem ini untuk membuat patogen yang sangat toksik,” ujarnya.

Altman mengungkapkan, ada pula pertanyaan yang sifatnya sangat personal seperti makanan terenak. Menurut Altman, setiap orang pasti akan menjawab berbeda terhadap pertanyaan tersebut.

Karena itu, ChatGPT mungkin akan memberi jawaban yang lebih bersifat personal. Atau, Altman mengungkapkan ChatGPT mungkin akan memberi jawaban makanan yang belum pernah dicoba.

“Jadi, akan ada kelas berbeda terkait bagaimana kita harus berpikir soal etika dan masalah nilai. Tetapi memberikan orang kontrol yang luas di tengah lingkungannya, saya kita itu penting,” ujarnya.

[CNN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *