Ramai Dibahas di Media Sosial, Apa Ciri-ciri Hewan Rabies?

Cegah infeksi rabies dengan menjauhi hewan-hewan yang terpapar virus rabies. Simak ciri hewan rabies berikut ini.

Belakangan media sosial diramaikan dengan bahasan kasus rabies. Sempat beredar sebuah video di mana pasien yang terinfeksi rabies ketakutan melihat air (hydrophobia).

WHO menjelaskan rabies merupakan penyakit virus zoonosis yang memengaruhi sistem saraf pusat. Begitu gejala klinis muncul, tingkat fatal bisa hampir 100 persen.

Seperti dilansir dari CDC, rabies hanya menyerang mamalia (hewan berdarah panas dan berbulu). Selain anjing, rabies bisa menyerang kucing, monyet, kelelawar, rakun, dan kuda. Oleh karenanya, sebaiknya jauhi hewan yang terpapar rabies.

Ciri hewan rabies

Anda tidak bisa tahu pasti apa hewan di dekat Anda terinfeksi rabies. Namun hewan dengan rabies bakal menunjukkan tingkah polah aneh.

Ada yang menyebut ciri hewan rabies pasti banyak mengeluarkan air liur. Namun tidak semua hewan menunjukkan ciri seperti ini.

Secara umum, berikut ciri hewan rabies.

1. Hewan tidak dalam kondisi sehat2. Sulit menelan3. Air liur berlebihan4. Sangat agresif5. Perilaku menggigit objek imajinatif (fly biting)6. Lebih jinak dari yang diperkirakan7. Sulit bergerak atau lumpuh8. Pada kelelawar, hewan ini lebih banyak di tanah ketimbang bergelantung di pohon atau objek yang tinggi

Sementara itu, kasus rabies akibat gigitan hewan domestik khususnya anjing dilihat cukup banyak, berikut ciri anjing dengan rabies mengutip dari WebMD.

1. Menunjukkan perubahan perilaku2. Demam3. Kesulitan menelan4. Air liur berlebihan5. Gerakan sempoyongan, kejang hingga lumpuh6. Sensitif terhadap stimulasi cahaya, gerakan dan suara7. Mulut berbusa akibat akumulasi liur

Jika mengalami gigitan mamalia termasuk anjing, sebaiknya segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Dokter hewan Denny Widya Lukman mengatakan luka bekas gigitan harus langsung dicuci, bukan diberi obat merah.

“Salah kaprahnya luka langsung diberi povidone iodine atau obat merah. Nah itu kan tidak bisa membunuh virus rabies,” jelas Denny pada CNNIndonesia.com, Rabu (24/5).

Setelah pertolongan pertama, pasien tetap perlu dibawa ke dokter untuk memperoleh perawatan lebih lanjut termasuk vaksin antirabies (VAR).

[Gambas:Infografis CNN]

[CNN]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *